Share

Harga Asli Pertalite Diungkap Mantan Dirut Pertamina

Rizky Fauzan, MNC Portal · Senin 24 Oktober 2022 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 24 320 2693463 harga-asli-pertalite-diungkap-mantan-dirut-pertamina-440wDbzI20.jpg Harga Asli Pertalite (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga asli BBM pertalite diungkap Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2006-2009 Ari Soemarno. Saat ini harga pertalite dijual Rp10.000 per liter usai naik dari Rp7.650 per liter pada 3 September 2022.

Ari memperkirakan harga keekonomian Pertalite saat ini mencapai di atas Rp11.000-an per liter. Dengan demikian, ada selisih sekira Rp1.000 per liter yang disubsidi oleh pemerintah jika dijual mengacu harga pertalite saat ini Rp10.000 per liter.

"Pertalite (harga keekonomian) sekitar Rp11.000-an sekarang dengan kurs Rp15.500 per USD," kata Ari di Jakarta, Senin (24/10/2022).

BACA JUGA:Daftar Terbaru Harga BBM di Indonesia Usai Vivo Jual RON 90 Saingi Pertalite 

Ari menjekaskan, harga keekonomian BBM pertalite sebenarnya tidak jauh berbeda dengan BBM jenis pertamax (RON 92). Apabila harga keduanya terlampau jauh, artinya pemerintah masih memberikan subsidi yang cukup besar bagi pertalite.

"Jadi kalau sekarang Pertalite jauh di bawah harga Pertamax, berarti ada subsidi keekonomian yang besar dan ini kemungkinan untuk ke depan yaitu tergantung dari harga minyak dan BBM internasional, maupun nilai kurs Rupiah. Itu dia yang menentukannya kalau bicara Pertalite," kata Ari.

Ari mengungkapkan bahwa harga BBM dalam kondisi normal ketika harga minyak menyentuh UD100 per barel, maka sudah sudah pasti harga BBM di pasaran untuk Pertamax berada di level Rp12.000 per liter.

"Tapi sekarang mencapai Rp14.000 per liter, kenapa begitu? Karena harga BBM, meningkatnya margin harga minyak dan BBM baik itu bensin dan solar itu besar karena suplai. Dengan adanya krisis Ukraina ini suplai dari Rusia terhenti, jadi Rusia enggak hanya eksportir minyak, tapi juga BBM," ungkap dia.

 

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Di sisi lain, harga minyak mentah sempat mengalami penurunan dibandingkan pada periode awal tahun. Hal tersebut terjadi karena kondisi pasar yang pesimistis lantaran adanya potensi resesi.

Kondisi tersebut lantas membuat OPEC memutuskan untuk mengurangi produksi sebesar 2 juta barel per hari (bph). Dampaknya, harga kembali naik di level USD90-an per barel.

"Bagi OPEC biaya yang terbaik USD90 per barel. Karena itu OPEC menurunkan produksi untuk menjaga harga minyak di level USD90 per barel," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini