Share

Menteri Basuki Jamin Rehabilitasi Infrastruktur di NTB dan NTT Lebih Aman untuk Hadapi Bencana

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 26 Oktober 2022 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 320 2694607 menteri-basuki-jamin-rehabilitasi-infrastruktur-di-ntb-dan-ntt-lebih-aman-untuk-hadapi-bencana-1RP9QpE3gO.jpg PUPR Selesaikan Rehabilitasi Infrastruktur di NTT dan NTB. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan penanganan infrastruktur terdampak bencana Badai Siklon Tropis Seroja dan banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun menjamin rehabilitasi yang dilakukan ini lebih aman untuk menghadapi bencana ke depannya.

Adapun dukungan rehabilitasi infrastruktur yang dilakukan terdiri dari 563 kegiatan/lokasi meliputi pekerjaan Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, dan Perumahan.

Baca Juga: Sri Mulyani 'Rayu' Islamic Development Bank Biayai Perumahan-Industri Halal RI

Menurutnya, rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di NTT dan NTB tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

"Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Selasa (25/10/2022).

Kepala Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana NTT dan NTB Widiarto mengatakan pada prinsipnya pelaksanaan penanganan infrastruktur terdampak bencana di NTT dan NTB yang terdiri dari 563 kegiatan/lokasi telah selesai. Di Provinsi NTB seluruh kegiatan di 38 lokasi sudah selesai pada Maret 2022.

Baca Juga: Menteri Basuki Beri Peringatan ke Anak Buahnya: Jangan Serahkan Pembangunan Sepenuhnya ke Kontraktor

"Rinciannya adalah kegiatan Sumber Daya Air 27 lokasi, Cipta Karya 9 lokasi, dan relokasi permukiman 2 lokasi,” sambung Widiarto.

Selanjutnya untuk Provinsi NTT penangangan infrastruktur terdampak Badai Siklon Tropis Seroja terdiri dari 525 kegiatan/lokasi sudah selesai pada awal Oktober 2022, meliputi Sumber Daya Air 63 lokasi, Bina Marga 105 lokasi, Cipta Karya 348 lokasi, dan relokasi permukiman 18 lokasi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Penanganan Bidang Sumber Daya Air di antaranya rehabilitasi Bendung Haekesak & Sub DI Beabo Kabupaten Belu, Bendung Mena, Bendung Kambaniru & Jaringan Irigasi Kabupaten Sumba Timur, dan Bendung Waisika Kabupaten Alor. Untuk kegiatan Bina Marga antara lain penanganan Jembatan Termanu dan Jembatan Sungai Siumate Besar di Kabupaten Kupang.

Widiarto mengatakan sisanya terdapat kegiatan relokasi permukiman yang tersebar di 20 lokasi/desa yakni 18 desa di 6 kabupaten Provinsi NTT dan 2 desa di 2 kabupaten Provinsi NTB. Seluruh lokasi relokasi permukiman dilengkapi dengan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan air bersih.

Program kegiatan pembangunan relokasi permukiman ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Presiden Joko Widodo kepada Kementerian PUPR sebagai respons cepat terjadinya bencana Badai Seroja dan banjir bandang di NTT dan NTB pada 4 April 2021 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini