Share

Menteri Basuki Beri Peringatan ke Anak Buahnya: Jangan Serahkan Pembangunan Sepenuhnya ke Kontraktor

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Selasa 11 Oktober 2022 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 11 320 2684620 menteri-basuki-beri-peringatan-ke-anak-buahnya-jangan-serahkan-pembangunan-sepenuhnya-ke-kontraktor-nPdaXl1Au5.jfif Menteri Basuki Minta Pembangunan Infrastruktur Jangan Diserahkan ke Kontraktor. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberi peringatan ke anak buahnya terkait pembangunan infrastruktur untuk jangan sepenuhnya diserahkan pada kontraktor.

"Saya minta Kepala Balai, Kepala Satuan Kerja (Kasatker), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mengawasi langsung kegiatan di lapangan, jangan menyerahkan sepenuhnya ke kontraktor," kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Senin (10/10/2022).

Baca Juga: Daftar Infrastruktur yang Dibangun di Maluku

Menteri Basuki meminta, pejabat Kementerian PUPR bertanggungjawab dari pembangunan tersebut wajib untuk turun ke lapangan meninjau proses pembangunan. Hal itu dikarenakan, pembangunan infrastruktur harus mengacu pada aspek kualitas dan estetikanya.

"Kementerian PUPR bertanggungjawab atas pembinaan kepada penyedia jasa konstruksi, ini juga tanggung jawab Direktur, Kasubdit (Kepala Subdirektorat), dan Kepala Seksi untuk mengecek langsung kualitas infrastruktur," sambung Menteri Basuki.

Baca Juga: Kebutuhan Anggaran Infrastruktur Rp2.058 Triliun hingga 2024

Menteri Basuki menambahian khusus pada infrastruktur permukiman untuk terus mengedepankan kualitas dan nilai estetika sebagai unsur daya tarik infrastruktur. Hal ini juga telah diamanatkan juga oleh Presiden Joko Widodo untuk seluruh infrastruktur yang dibangun.

"Tahun 2022 ini kualitas pekerjaan dan estetika harus menjadi prioritas utama bagi kita semua, khususnya Ditjen Cipta Karya. Untuk itu saya mohon kepada Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) untuk terus meningkatkan kompetensinya," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Lebih lanjut, Menteri Basuki mengatakan tiga hal yang diperlukan dalam upaya menjamin kualitas pekerjaan, yaitu penuhi kriteria kesiapan kegiatan (readiness criteria) serta lakukan perencanaan yang berkualitas pada tahap pra konstruksi. Setelah itu pada masa kostruksi lakukan pengawasan yang ketat di lapangan.

Fokus pekerjaan infrastruktur permukiman hingga tahun 2024 adalah penyelesaian infrastruktur yang sudah terbangun, meliputi ”Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi” atau disingkat OPOR. Pembangunan infrastruktur baru hanya dapat dilaksanakan atas perintah Presiden.

“Semua infrastruktur yang sudah dibangun harus segera dioperasikan dan dipelihara dengan baik," pungkas Menteri Basuki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini