Dirangkum Okezone, Rabu (26/10/2022), dari penelitian Current Cardiology Reports di tahun 2018, didapat fakta bahwa orang-orang yang bekerja lebih dari 50 jam per minggu memiliki resiko terkena penyakit kardiovaskular dan penyakit serebrovaskular yang lebih tinggi dibandingkan orang biasa.
Tak hanya itu, bekerja terlalu lama juga dapat menimbulkan stres berkepanjangan yang berujung kepada kondisi burnout.
Saat seseorang mengalami burnout, dia akan mudah putus asa dan kesulitan mendapat motivasi untuk terus bekerja. Begitu pula dengan kualitas hidup.
Seseorang yang gila kerja dapat berdampak negatif pada kehidupan sosialnya.
Karena hal yang selalu dipikirkan adalah kerja, kerja, dan kerja, waktu untuk diri sendiri dan orang-orang tersayang pun menjadi terkorbankan.
Terlebih lagi di masa pandemi di mana banyak orang bekerja dari rumah, batasan antara waktu bekerja dan waktu beristirahat menjadi tidak terlihat.
Karena berbagai faktor, hustle culture mungkin tidak dapat dihindari.
Tetapi, dampak negatif dari hustle culture tersebut bisa kita cegah dengan membuat jadwal yang jelas tentang kapan kita harus bekerja dan kapan harus istirahat.
Biasakan juga untuk mengambil jeda sejenak saat bekerja agar tidak penat dan kurang-kurangi membandingkan diri dengan orang lain.
Hal tersebut penting karena ritme tiap orang berbeda dan tidak bisa disamakan.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.