Share

Tingkatkan Literasi di Bulan Inklusi Keuangan, OJK: Kurangi Masyarakat Terjebak Pinjol Ilegal

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Sabtu 29 Oktober 2022 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 29 320 2697088 tingkatkan-literasi-di-bulan-inklusi-keuangan-ojk-kurangi-masyarakat-terjebak-pinjol-ilegal-JenzALZ0PH.jpg Ketua OJK Mahendra Siregar. (Foto: MPI)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan tingkat inklusi masyarakat Indonesia tergolong cukup tinggi, akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan peningkatan literasi perlu dilakukan.

"Jadi kelihatan betul bahwa kebutuhan untuk peningkatan literasi yang semula memang antara lain untuk mengurangi risiko masyarakat untuk tidak terjebak dari pinjol ilegal, karena di satu sisi iklusi keuangan kita cukup tinggi, tetapi literasinya masih rendah," katanya dalam acara penutupan Bulan Inklusif Keuangan (BIK) di Jakarta, Sabtu (29/10/2022).

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman terkait produk dan layanan jasa keuangan melalui berbagai program literasi dan inklusi.

 BACA JUGA:Motion Digital Milik MNC Kapital (BCAP) Dapat Restu Bank Indonesia dan OJK

"Saya ingin mengajak kita keluar dari kota besar, karena sempat mengikuti di Karanganyar, Solo, dan Samarinda," sambung Mahendra.

Bersamaan dengan penutupan BIK, OJK juga mengumumkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 menunjukkan adanya peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Hasil SNLIK tahun 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68% dan inklusi keuangan sebesar 85,10%.

Nilai ini meningkat dibanding hasil SNLIK 2019 yaitu indeks literasi keuangan 38,03% dan inklusi keuangan 76,19%.

Proses pengambilan data SNLIK 2022 dilaksanakan mulai Juli hingga September 2022 di 34 provinsi yang mencakup 76 kota/kabupaten dengan responden sejumlah 14.634 orang berusia antara 15 - 79 tahun yang dilakukan dengan metode wawancara secara tatap muka dan dibantu dengan sistem Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI).

Hasil SNLIK diharapkan dapat menjadi dasar bagi OJK dan seluruh stakeholders dalam membuat kebijakan, menyusun strategi, dan merancang produk/layanan keuangan yang sesuai kebutuhan konsumen serta bisa meningkatkan perlindungan masyarakat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini