JAKARTA – Rugi PT Acset Indonusa Tbk (ACST) di kuartal III 2022 mengalami penysusutan. ACST membukukan rugi bersih Rp227 miliar atau menurun 41% dibandingkan rugi bersih di priode yang sama tahun lalu sebesar Rp386 miliar.
Sekretaris Perusahaan PT Acset Indonusa Tbk Maria Cesilia Hapsari mengatakan, di tengah kondisi yang menantang, ACST terus berupaya melakukan perbaikan kondisi keuangan di antaranya yang berdampak langsung terhadap penurunan cadangan provisi aset keuangan. Hingga kini, ACST memperoleh capaian kontrak baru sebesar Rp1,1 triliun, raihan tersebut setara dengan kenaikan tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yaitu sebanyak Rp370 miliar.
Disampaikannya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan rantai nilai Grup Astra melalui proyek penambahan lajur Cikande – Serang Timur pada ruas Tol Jakarta – Merak, Fasilitas pabrik di PT Astra Daihatsu Motor dan PT Astra Honda Motor. Kedepan, lanjutnya, pihaknya terus aktif mengikuti tender-tender yang ada dan mengambil momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk ACST dapat fokus dalam melakukan proses perbaikan internal yang kontinu, khususnya dalam aspek operational excellence.
Sebagai catatan, perolehan pendapatan hingga kuartal ketiga tahun 2022 dikontribusikan oleh sektor infrastruktur sebesar 39%, disusul oleh sektor struktur sebesar 36%, dan sektor fondasi sebesar 25%.
“ACST secara proaktif mengambil langkah strategis sebagai bentuk mitigasi terhadap dampak berkepanjangan yang mungkin timbul dengan adanya issue kenaikan harga bahan baku konstruksi,” tuturnya.
Adapun beberapa langkah yang ditempuh di antaranya, melakukan efisiensi biaya operasional melalui inovasi dan sejumlah inisiatif pendukung, pengawasan proyek dengan lebih ketat, serta mengkaji proses bisnis secara intensif agar dapat memberikan pelayanan terbaik dengan biaya efisien bagi pelanggan.
“Kami percaya telah mengambil langkah yang tepat dalam rangka meningkatkan kinerja secara berkelanjutan, menyeluruh dan tetap optimis akan seluruh peluang yang ada di waktu yang akan datang,” pungkasnya.
Hingga Agustus 2022, perseroan berhasil menggenggam kontrak baru senilai Rp1 triliun. Raihan tersebut setara dengan kenaikan lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp296 miliar. Kontrak didominasi oleh pengerjaan infrastruktur. Disebutkan, total kontrak baru itu terdiri atas segmen pondasi dengan kontribusi 17%, struktur 26%, dan infrastruktur berkontribusi hingga 57%. Ke depan, perseroan juga berniat untuk lebih berpartisipasi banyak dalam bidang infrastruktur.
Hingga kini, perseroan tetap berfokus mencari peluang pada tiga lini bisnis utamanya, yakni fondasi, struktur dan infrastruktur. Perseroan juga akan selalu memperkaya keahlian yang dimiliki dalam ketiga bidang usaha tersebut dengan diversifikasi aktif.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.