Share

Banyak Sarjana Nganggur, Pengusaha Tawarkan Program Magang di 2.000 Perusahaan

Arif Budianto, MNC Portal · Senin 31 Oktober 2022 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 31 622 2698004 banyak-sarjana-nganggur-pengusaha-tawarkan-program-magang-di-2-000-perusahaan-TFsqp1iFSB.png Apindo Buka Peluang Magang di 2.000 Perusahaan. (Foto: Okezone.com/Freepik)

BANDUNG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membuka peluang magang di 2.000 perusahaan bagi mahasiswa. Peluang ini diharapkan bisa mengurangi miss match antara dunia industri dengan perguruan tinggi serta menekan angka pengguran.

Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik mengatakan, Apindo memiliki anggota sekitar 2.000 perusahaan yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Perusahaan ini bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk pemagangan.

Baca Juga: Sumber Kekayaan Rosan Roeslani, Dubes RI untuk Amerika yang Pernah Masuk Daftar Orang Terkaya

"Kalau mau magang di perusahaan anggota Apindo, kami siap berkolaborasi. Saat ini anggota Apindo itu ada lebih dari 2.000 perusahaan," jelas Ning, Senin (31/10/2022).

Selama ini, industri melihat ada gap antara kampus dengan dunia kerja, terutama kemampuan lulusan dalam bersaing di tempat kerja.

Baca Juga: Resmi Ambil Alih, Masa Depan Twitter di Tangan Elon Musk

Biasanya endurance-nya masih sangat rendah. Mereka juga tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk menempati jabatan atau pekerjaan tertentu.

Apalagi, saat ini, kompetisi di dunia usaha semakin ketat. Saat ini, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 8,4 juta di antaranya merupakan pengangguran. Jabar, kata dia, lebih tak beruntung lagi. Di mana dari penduduk 48,78 juta jiwa, sebesar 17 persennya adalah pengangguran.

Angka pengangguran juga terus bertambah, di mana sejak Januari sampai bulan kemarin ada 73 ribu pemutusan hubungan kerja (PHK). Belum satu tahun, penambahan pengangguran 73 ribu.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Artinya kompetisi di Jabar sangat besar. 163 ribu penganggur berasal dari perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua IKA UPI Enggartiasto Lukita berharap dengan adanya MoU tersebut dapat menjawab tantangan dalam program MBKM. Kesepahaman ini didesain untuk menjawab tantangan program MBKM. Kemudian juga menjawab kebutuhan untuk menyiapkan tenaga-tenaga profesional yang ada di lapangan sampai membuat lembaga sertifikasi dan meningkatkan keahlian.

"Tanpa diminta secara resmi, kami menawarkan dan menyampaikan ini secara resmi sebagai bukti dari komitmen kami semua para alumni untuk berbuat sesuatu yang terbaik bagi kampus Bumi Siliwangi tercinta yang telah membentuk kami semua seperti ini,” jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini