Dia memulai usahanya dari menginjak sekolah dasar, Hamzah pernah berjualan petasan, kelereng, dan gambar.
Dia juga pernah menjadi pengamen dan seorang ojek payung.
Pekerjaan itu dia lakukan tanpa sepengetahuan orang tuanya, Hamzah juga tidak merasa malu saat melakukan pekerjaan itu.
Melanjutkan usahanya saat SMP, dia sangat suka bermain game.
Karena Hamzah memiliki kemampuan dalam bermain game, dia kerap kali menjual akunnya yang berlevel tinggi kepada teman-temannya.
Sehingga dia bisa mendapatkan uang sebesar Rp1,2 juta, hasil penjualan akun gamenya.
Ketika memasuki SMA, Hamzah mulai serius dalam bisnis yang dikembangkan.
Mulai dari jualan pulsa hingga berjualan buku, dia memanfaatkan pamannya untuk mendapatkan harga buku yang lebih murah.
Karena dia mendapat diskon sebesar 30% dan menjual buku tersebut dengan harga pasaran yang sudah ditawarkan diskon 10% oleh Hamzah agar menjadi daya tarik calon pembeli.
Pada lain kesempatan juga, dia mendapat tawaran untuk membuka waralaba bimbingan belajar yang bisa dibilang besar.
Proses itu membutuhkan dana sebesar 175 juta sedangkan uang yang Hamzah punya hanya sebesaar 5 juta rupiah saja.
Jadi dia memutuskan untuk meminjam uang kepada ayahnya, sebesar 70 juta rupiah.
Kekurangannya akan dia bayar dengan cicilan setiap semesternya, bisnis bimbel itu pun berkembang pesat.
Tidak berhenti di bisnis bimbel saja, hal itu menjadi batu lompatan bisnis baru Hamzah.
Dia membuka bisnis sofabed yang mana telah berbadan hukum Bernama CV Hamasa Indonesia, karena usahanya itu dia berhasil meraup Rp100 juta per bulan.
(Zuhirna Wulan Dilla)