Share

3 Emiten Baru Masuk Saham Syariah

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 08 November 2022 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 278 2703278 3-emiten-baru-masuk-saham-syariah-OdIO2tKMHP.jpg Emiten Syariah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ada 10 emiten baru yang bakal melantai di pasar modal dan kondisi ini memberikan sinyal positif minat perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tinggi. Dari beberapa emiten baru tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sebanyak tiga perusahaan sebagai saham syariah.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi OJK, ketiga perusahaan tersebut di antaranya PT Primadaya Plastisindo Tbk, PT Global Digital Niaga Tbk dan PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk.

Secara terperinci, keputusan yang ditetapkan oleh OJK mulai berlaku untuk masing-masing perusahaan pada 2 November 2022, 31 Oktober 2022, dan 28 Oktober 2022.

Disebutkan, OJK menimbang bahwa PT Primadaya Plastisindo Tbk. telah menyampaikan pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham kepada OJK pada 11 Agustus 2022, dan perubahan dan/atau tambahan informasi atas pernyataan pendaftaran, serta telah memenuhi persyaratan sebagai efek syariah.

Begitu pula dengan PT Global Digital Niaga Tbk dan PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. yang telah menyampaikan pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham kepada OJK masing-masing pada 5 April 2022 dan 28 Juli 2022.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Dewan Komisioner OJK Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Inarno Djajadi menyampaikan bahwa sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen pernyataan pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

โ€œSecara periodik, OJK akan melakukan review atas daftar efek syariah berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik,โ€ kata Inarno.

Selanjutnya, OJK menjelaskan review atas daftar efek syariah juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Sebagai informasi, pekan ini sebanyak 10 emiten baru akan melakukan pencatatan saham atau listing di BEI.

Sebanyak 6 perusahaan akan melantai di bursa pada hari yang sama yakni Selasa (8/11). Sejumlah enam perusahaan yang akan melantai pada 8 November 2022 tersebut adalah PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli dengan harga final Rp450 per saham, PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) menyusul dengan harga final Rp204 per saham dan PT Methobi Karyatama Raya Tbk. (MKTR) dengan harga final Rp120.

Emiten berikutnya adalah emiten afiliasi Saratoga pengelola Primaya Hospital, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk.

(PRAY) dengan harga Rp900, PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT) menawarkan sebanyak 625 juta saham dengan harga final Rp690 dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK) dengan jumlah saham yang dilepas sebanyak 2,75 miliar, dengan harga final Rp100 per saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini