Share

BEI Suspensi Perdagangan Efek Siwani Makmur (SIMA)

Anggie Ariesta, MNC Portal · Rabu 09 November 2022 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 09 278 2703794 bei-suspensi-perdagangan-efek-siwani-makmur-sima-lSuFOgAVBU.jpg BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan Efek ke PT Siwani Makmur Tbk (SIMA).

Maka itu, BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara efek SIMA pada perdagangan hari ini, Rabu 9 November 2022.

"Penghentian sementara perdagangan Efek PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) di Seluruh Pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek hari Selasa tanggal 8 November 2022, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," tulis Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Goklas Tambunan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., dikutip Rabu (9/11/2022).

Bursa menambahkan, suspensi itu dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di SIMA.

"Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Siwani Makmur Tbk," ungkap Bursa.

Adapun perdagangan Efek SIMA telah mencapai 24 bulan pada tanggal 17 Februari 2022 lalu.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Berdasarkan data BEI, saham SIMA berada pada level Rp50 per lembar ketika disuspensi setahun lalu. Kapitalisasi pasar saham ‘gocap’ ini hanya sebesar Rp28,13 miliar.

Sebelumnya SIMA telah menghentikan operasionalnya sebagai produsen kemasan (flexible packaging) sejak Juli 2015 lantaran tak memiliki prospek yang baik. Lantas, Siwani Makmur terombang-ambing dalam memperoleh bisnis barunya.

Siwani Makmur tercatat pernah memutuskan menjadi perusahaan pengolah limbah, dan kemudian kembali banting setir pada bisnis properti hingga tambang batu. Namun, hingga saat ini perseroan belum mampu menunjukkan prospek yang menjanjikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini