Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani Sebut Sektor Keuangan RI Paling Rendah di Asean 5, Kenapa?

Michelle Natalia , Jurnalis-Kamis, 10 November 2022 |13:26 WIB
Sri Mulyani Sebut Sektor Keuangan RI Paling Rendah di Asean 5, Kenapa?
Sri Mulyani. (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa sektor keuangan Indonesia menjadi yang paling rendah di antara negara-negara Asean 5.

Dia menjelaskan, dari berbagai indikator terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor keuangan Indonesia berada di posisi paling rendah di antara lima negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, yakni Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Dari sisi aset bank terhadap PDB, Indonesia menjadi yang paling rendah dibandingkan empat negara lainnya.

Aset bank terhadap PDB Indonesia tercatat sebesar 59,5%. Sementara itu, Filipina sebesar 99,2%, Thailand sebesar 146,6%, Malaysia sebesar 198,6%, dan Singapura sebesar 572,1%.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Kantongi Pajak Digital Rp9,17 Triliun

Kemudian, kapitalisasi pasar modal Indonesia terhadap PDB juga menjadi yang terendah, berada di posisi 48,3%. Adapun, Filipina sebesar 93,2%, Malaysia sebesar 109,9%, Thailand sebesar 120,9%, dan Singapura sebesar 189,0%.

"Kondisi ini mengindikasikan bahwa, masyarakat dalam menghimpun dana oleh industri keuangan masih sangat terbatas, serta potensi pendalaman pasar masih sangat besar," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Kamis (10/11/2022).

Selain itu, nilai aset industri asuransi terhadap PDB sebesar 5,8%, terendah dibandingkan Filipina sebesar 8,5%, Malaysia sebesar 20,3%, Thailand sebesar 23,2%, dan Singapura sebesar 47,5%.

Sedangkan, aset dana pensiun Indonesia terhadap PDB sebesar 6,9%. Masih lebih tinggi dibandingkan Filipina yang sebesar 3,5%, namun lebih rendah dibandingkan Malaysia sebesar 59,9% dan Singapura sebesar 32,2%.

Bendahara negara tersebut juga melihat bahwa, biaya overhead perbankan dalam negeri masih lebih tinggi dibandingkan negara Asean.

Hal itu terlihat dari net interest margin yang berimbas pada tingginya suku bunga pinjaman.

"Rata-rata pertumbuhan simpanan periode 2015-2021 mencapai 8,9%, dengan kelompok simpanan di atas Rp2 miliar mengalami pertumbuhan paling tinggi," tuturnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement