Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di sektor pangan apalagi ada momentum saat ini krisis pangan yang melanda dunia akibat perang Rusia dan Ukraina.
Dia menyebut Indonesia berpeluang besar untuk menjadi pusat ketahanan pangan dunia karena kekayaan alam yang melimpah dan sumber daya manusia.
"Kita lagi dorong, mulai dari mana hilirisasinya, apakah perikanan atau pangan yang umum. Kami sudah menuju ke sana karena investasinya tidak besar tapi marketnya besar," jelasnya.
Lebih lanjut Bahlil menuturkan, Kementerian Investasi akan mendukung pembangunan pabrik pupuk dan fasilitas produksi blue ammonia di Papua Barat yang merupakan salah satu sumber gas bumi.
"Kita juga akan bangun blue ammonia dengan Kementerian ESDM. Kita akan maksimalkan untuk membangun pabrik pupuk di Papua Barat, kenapa Papua Barat karena asal gasnya dari Papua. Jadi blue ammonia di Bintuni, pupuknya di Fakfak," bebernya.
Bahlil juga menyampaikan tengah mendukung pembangunan pabrik metanol di Bojonegoro, Jawa Timur.
Saat ini 80 persen pasokan metanol Indonesia masih berasal dari impor.
Dia juga memastikan sudah ada investor yang menanamkan modalnya untuk proyek tersebut.
"Di sana investornya sudah ada, dari Amerika, bukan dari Asia," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)