Share

Dikritik Tidak Lockdown, Luhut: Banyak Orang Tak Sadar Kompleksnya Penanganan Covid-19

Antara, Jurnalis · Kamis 10 November 2022 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 320 2704982 dikritik-tidak-lockdown-luhut-banyak-orang-tak-sadar-kompleksnya-penanganan-covid-19-yKMmZCbVGr.JPG Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sempat terima kritik soal lockdown.

"Banyak orang tidak sadar begitu kompleksnya penanganan pandemi Covid-19, Indonesia salah satu negara yang cepat melakukan itu. Saya dikritik banyak kenapa tidak lockdown dan saya lapor Presiden saya tidak percaya lockdown," kata Luhut di Kabupaten Badung, Bali, yang dikutip Antara, Kamis (10/11/2022).

Dia juga turut menyampaikan ada lima upaya yang harus dilakukan Indonesia untuk mencapai cita-cita menjadi negara dengan pemasukan tinggi.

"Mimpi kita, visi kita, 2045 menjadi negara dengan pemasukan tinggi. Kita sekarang di sekitar USD4.000 pendapatan per kapita, kita mimpi di 2030 bisa di USD10.000 dan menurut saya itu bisa lebih," katanya.

 BACA JUGA:Kasus Covid-19 Meningkat, Perlukah Indonesia Lockdown? Ini Kata Satgas!

Adapun lima hal yang disebutkan Luhut dalam sesinya di Indonesia Fintech Summit ke-4 salah satunya membendung pandemi dan memulihkan perekonomian di tengah berbagai tantangan global.

Dia juga menyebut untuk membendung pandemi yang semestinya dilakukan adalah melihat dari pergerakan manusia, bagaimana vaksinasi dan akhirnya berhasil melewati itu berkat kerja sama tim.

Upaya kedua yang menurutnya penting adalah mengubah ekonomi dari berbasis komoditas menjadi berbasis industri, dan ketiga, meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi.

"Meningkatkan efisiensi melalui digitalisasi akibatnya korupsi berkurang karena korupsi datang dari pengadaan. Karena sekarang digitalisasi tidak ada tender, tapi banyak yang tidak suka tapi saya tidak peduli. Pengeluaran akan turun, pendapatan negara naik, UMKM naik," bebernya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Lalu, yang harus dilakukan untuk menjadi negara dengan pemasukan tinggi adalah memperkuat ketahanan ekonomi melalui peningkatan dana desa, kata dia.

"Orang tidak berpikir mengapa ekonomi kita hebat, saya pikir hanya karena industrialisasi maju dan berbasis komoditas, ternyata dana desa yang kita bikin hampir USD500 triliun selama tujuh tahun itu berdampak pada 74 ribu desa," katanya.

Setiap tahunnya, kata dia, hampir 1 milyar dolar Amerika yang turun dan berputar di desa membuat mereka tangguh.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga meminta asosiasi keuangan digital dari Asosiasi Fintech Indonesia (Aftec) agar lebih peduli dengan itu.

Selanjutnya upaya kelima untuk meningkatkan pendapatan per kapita sekaligus GDP Indonesia dari USD1,3 triliun agar menjadi USD3,5 triliun pada 2030 adalah mengurangi dampak perubahan iklim melalui dekarbonisasi dan transisi energi.

Namun, dia mengaku optimistis target tersebut tercapai mengingat kelebihan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, nomor satu cadangan nikel di dunia, nomor dua cadangan timah di dunia, nomor tujuh cadangan tembaga di dunia serta memiliki 437 Giga Watt potensi energi terbarukan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini