Share

Pertamina Investigasi Dugaan Kebocoran Data MyPertamina oleh Bjorka

Risky Fauzan, iNews · Kamis 10 November 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 10 320 2705059 pertamina-investigasi-dugaan-kebocoran-data-mypertamina-oleh-bjorka-dUqflhMeqL.jpg Kebocoran Data MyPertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hacker Bjorka membocorkan data yang diduga merupakan pelanggan aplikasi MyPertamina. Bjorka menjual data 44 juta akun MyPertamina di forum Breached seharga Rp392 juta dalam bentuk BitCoin.

Hal itu disampaikan dalam unggahan terbarunya bertajuk 'MYPERTAMINA INDONESIA 44 MILLION' di situs BreachForums, Kamis, 10 November pukul 02.31 AM.

Dugaan data MyPertamina yang dijual di antaranya memuat nama, email, Nomor Induk Kependudukan (NIK), NPWP, alamat, nomor telepon, dan pendapatan.

Peretas Bjorka juga memberikan sejumlah sampel atau contoh dugaan data MyPertamina yang dijual.

"MyPertamina is a digital financial service platform from Pertamina that integrated with the apps LinkAja. This application is used for non-cash fuel oil payments at Pertamina's public fueling stations," tulisnya dalam unggahan tersebut, Kamis (10/11/2022).

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan bahwa perusahaan tengah berupaya melakukan investigasi bersama dengan Telkom untuk memastikan data dan informasi terkait hal tersebut.

"Pertamina dan Telkom sedang melakukan investigasi bersama untuk memastikan keamanan data dan informasi terkait MyPertamina," kata Irto saat dihubungi MNC Portal.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga sendiri, saat ini pendaftar kendaraan yang merasa berhak mengisi Bahan Bakar Minyak alis BBM Pertalite dan Solar Subsidi di aplikasi MyPertamina sudah mencapai 2,9 juta unit kendaraan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyatakan bahwa pendaftaran terus dibuka sampai kebijakan dari pemerintah resmi dijalankan dengan terbitnya revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Masih on progress. Pembahasan masih di Kementerian, semoga bisa segera di tandatangani (revisi Perpresnya)," kata Irto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini