Share

Targetkan Utang Turun Rp23 Triliun, Begini Strategi Waskita Karya

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Senin 14 November 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 278 2706970 targetkan-utang-turun-rp23-triliun-begini-strategi-waskita-karya-e6GdpPSRTa.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Emiten konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya Tbk menargetkan penurunan atau dikonsolidasi utang perusahaan mencapai Rp23 triliun pada 2025.

Diketahui, saat ini nilai utang Waskita mencapai Rp82,40 triliun

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno menjelaskan bahwa pihaknya terus mengambil langkah strategis akan jumlah utang emiten bersandi saham WSKT itu terus dikurangi.

 BACA JUGA:Waskita Beton Precast dan Jakarta Infrastruktur Propertindo Sabet Anugerah CSR IDX Channel 2022

Salah satunya dengan melakukan strategic partner di sektor jalan tol.

"Dalam rangka mengurangi utang perseroan. Kami melakukan strategic partner strategis yaitu di jalan tol, tentunya kami melakukan untuk mengurangi porsi utang atau dikonsolidasi, sehingga level utang akan menurun, di mana pada 2025 perseroan menargetkan dikonsolidasi utang sebesar Rp 23 triliun," ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (14/11/2022).

Menurutnya, komitmen manajemen menurunkan jumlah utang juga didukung oleh perbaikan posisi ekuitas.

Perbaikan tersebut lantaran adanya dampak dari pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) dan right issue pada 2021 dan 2022.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Sehingga pada tahun ini, manajemwn memproyeksikan level Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan berada di level 2-3 x.

"Dan kedepan der kami semakin membaik di level 1-2 x," ucapnya.

Sepanjang Januari - September 2022, WSKT membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,30 triliun tumbuh 44,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp7,12 triliun.

Untuk laba bersih sebesar Rp578,17 miliar.

Jumlah ini naik 766,60 persen dari periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp66,71 miliar.

Perusahaan juga berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp988,15 miliar atau tumbuh 28,77 perse dari tahun lalu, yaitu sebesar Rp767,40 miliar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini