Share

Kantongi Restu Rights Issue, Waskita Dapat Dana Berapa?

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Senin 14 November 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 278 2707061 kantongi-restu-rights-issue-waskita-dapat-dana-berapa-sA7ydZptrr.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Progress Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kini dalam tahap registrasi hingga penetapan harga pelaksanaan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Wiwi Suprihatno menjelaskan tim privatisasi tengah melakukan registrasi di OJK, penetapan harga pelaksanaan melalui keputusan Menteri BUMN yang diharapkan bisa terbit pada November tahun ini.

Adapun Peraturan Pemerintah (PP) terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) dan rights issue Waskita Karya sudah diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2022.

 BACA JUGA:Kantongi Dana Rights Issue Rp2,6 Triliun, Adhi Karya (ADHI) Perkuat Ekuitas Perusahaan

Dalam proses right issue, pemerintah selaku pemegang saham mayoritas ikut berpartisipasi melalui dukungan dana berupa pemberian PMN tahun anggaran 2022 senilai Rp3 triliun.

"Proses sampai saat ini PMN kami sampaikan bahwa PP PMN telah terbit di awal oktober 2022. Dan saat ini tim privatisasi tengah berproses untuk registrasi OJK, penetapan harga pelaksanaan melalui keputusan Menteri BUMN yang diharapkan November ini bisa terbit," ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (14/11/2022).

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam proses penetapan harga ini Waskita telah melakukan audiensi dan sejumlah pihak, termasuk dengan Kejaksaan melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, sehingga diharapkan asas fairness dan kepentingan pemegang saham dijaga dan kedepankan.

Emiten bersandi saham WSKT itu memang membidik dana publik sebesar Rp980 miliar melalui right issue di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dana tersebut digunakan sebagai modal kerja perusahaan dan sejumlah pembiayaan pembangunan jalan tol. PMN tersebut telah disetujui DPR dan Kementerian Keuangan.

Destiawan memastikan PMN akan digunakan untuk menyelesaikan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung dan Tol Ciawi-Sukabumi.

Untuk Tol Kayu Agung - Palembang - Betung dialokasikan sebesar Rp 2 triliun. Sementara Ruas Tol Ciawi-Sukabumi senilai Rp996 miliar hingga Rp 1 triliun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini