Share

7 Fakta KTT G20 di Bali, Nomor 5 Indonesia Jadi Titik Terang

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Senin 14 November 2022 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 320 2707074 7-fakta-ktt-g20-di-bali-nomor-5-indonesia-jadi-titik-terang-8gvJbQVrHG.jpg Presidensi G20 Indonesia (Foto: Freepik)

JAKARTA – Ditunjuk menjadi Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah momentum bersejarah bagi Indonesia karena kesempatan serupa kemungkinan besar baru dapat terulang sekitar 20 tahun ke depan.

KTT G20 akan dilaksanakan pada 15-16 November di Bali. Para pemimpin dari 20 negara dengan perekonomian terbesar akan berkumpul demi menemukan solusi atas persoalan ekonomi yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan dunia.

Di bawah ini merupakan fakta-fakta KTT G20 yang berhasil Okezone rangkum, Senin (14/11/2022).

1. Akan dihadiri oleh 17 kepada negara anggota G20

KTT G20 akan melibatkan dan dihadiri oleh lebih dari 3.443 delegasi dan 17 kepala negara anggota G20.

Kepala negara G20 yang telah mengonfirmasi kehadirannya yakni Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Prancis, China, Turki, dan Umi Eropa. Sementara 3 kepala negara yang tidak hadir adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.

2. Terdapat 3 pilar pembahasan

Berdasarkan penjelasan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara KTT G20, Luhut Binsar Panjaitan, konflik Rusia-Ukraina tidak akan dibahas sebagai materi utama KTT G20, tetapi bisa saja akan dibicarakan dalam side event.

Dalam KTT G20, terdapat 3 pilar pembahasan yang utama, yaitu mengenai arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

3. Kekuatan utama G20

Kekuatan utama G20 berasal dari 60% populasi bumi, 60% daratan di bumi, 75% perdagangan dunia, serta 80%produk domestik bruto (PDB) dunia.

4. Indonesia menjadi presidensi G20

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, kesempatan ini hanya datang sekali dalam 20 tahun, jadi Indonesia tentu ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu dan Indonesia adalah pemimpin.

”Dan kepemimpinan Indonesia atau Presidensi Indonesia kebetulan jatuh di tengah situasi dunia yang sangat tidak kondusif, Covid-19 belum usai, ditambah dengan perang yang terjadi di Ukraina sehingga kita sering bilang sudah lengkaplah, perfectstorm. Nah, disitulah kita diuji apakah kita mampu menjalankan Presidensi ini dengan baik,” ujar Retno.

5. Bertema Recover Together, Recover Stronger

Tema Recover Together, Recover Stronger yang diangkat Indonesia sebagai Presidensi G20 sangat tepat menggambarkan visi yang ingin dicapai, karena persoalan yang dibahas adalah menghadapi keterpurukan dunia yang meluas akibat pecahnya konflik Rusia-Ukraina yang mengancam perdamaian dunia serta membawa dunia ke jurang resesi, krisis energi, dan pangan.

6. Meningkatkan kepercayaan internasional kepada Indonesia

Luhut juga berpendapat bahwa KTT G2O di Bali membentuk kepercayaan internasioal bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam percaturan global dan Indonesia merupakan tempat investasi yang sangat-sangat strategis.

”ini terlihat dengan banyaknya permintaan untuk pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatur pertemuan-pertemuan bilateral,” ucap Luhut.

7. KTT G20 memberikan dampak signifikan pada perekonomian Indonesia

Diperkirakan, kontribusi KTT G20 mencapai USD533 juta atau sekitar Rp7,5 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2022. Sebagian besarnya akan berputar di Bali.

Manfaat berikutnya, konsumsi domestik terdongkrak saat rangkaian forum KTT G20, diperkirakan naik mencapai Rp1,7 triliun.

”Dan membangkitkan serapan tenaga kerja hingga lebih 33.000 orang. Terutama pada sektor transportasi, akomodasi, meeting, insentif conference exhibition, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” ujar Luhut.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini