Share

7 Fakta Peran dan Kontribusi Nyata G20

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Senin 14 November 2022 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 320 2707182 7-fakta-peran-dan-kontribusi-nyata-g20-AaZ1xqNSGA.jpg Peran dan kontribusi nyata G20 (Foto: Freepik)

JAKARTA – G20 merupakan forum multilateral yang mempunyai peran penting di kancah global. Dibentuk pada tahun 1999, G20 tidak hanya membahas isu ekonomi dan keuangan melainkan juga isu non-keuangan seperti persoalan perdamaian dunia yang saat ini menjadi perhatian para pemimpin negara G20.

Dari tahun ke tahun, para anggota negara KTT G20 selalu bergiliran menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan pertemuan tersebut. Untuk pertemuan pertamanya yaitu pada tahun 2008, yang mana Washington, Amerika Serikat menjadi tuan rumahnya.

Hingga pada 2022, Indonesia ditetapkan dan dipercayakan untuk menjadi tuan rumah dari penyelenggaraan KTT G20 yang ke-17.

Berikut Okezone Senin (14/11/2022) telah merangkum fakta-fakta peran dan kontribusi nyata G20 sebagai berikut:

1. Agenda G20 Ke-XVII 2022 di Indonesia

- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) atau summit adalah pertemuan yang mengundang kepala negara dan kepala pemerintahan negara G20. KTT merupakan puncak dari semua pertemuan yang melibatkan negara anggota forum tersebut.

- Pertemuan tingkat Menteri dan Deputi. Pertemuan ini dilangsungkan berdasarkan masing-masing fokus utama forum. Misalnya pada finance track maka pertemuan tersebut menghadirkan Menteri Keuangan dan Gubernur bank sentral setiap negara anggota.

- Kelompok kerja. Pertemuan ini akan mengulas dan mengatasi isu spesifik yang berhubungan dengan agenda G20 lebih luas. Dalam forum ini beranggotakan ahli dari setiap negara anggota. Hasil dari pertemuan ini akan dimasukkan dalam segmen Kementerian dan KTT.

2. Fakta G20 Tahun 2022 di Indonesia

- G20 Indonesia terdiri dari beragam pertemuan (perkiraan sekitar 150 pertemuan) yang digelar di beberapa kota di Indonesia.

- Bukan hanya berlangsung di Bali, rangkaian kegiatan G20 juga melibatkan sekitar 19 kota lain seperti Jakarta, Bogor, Semarang, Solo, Batam-Bintan, Medan, Yogyakarta, Bandung, Sorong, Lombok, Surabaya, Labuan Bajo, Danau Toba, Manado, Malang, dan lainnya.

- Diperkirakan sebanyak 20.988 delegasi menghadiri KTT G20 di Indonesia.

- Para delegasi KTT G20 Indonesia terdiri dari 429 delegasi pada KTT G20, 4581 delegasi pada ministerial meetings, 1212 delegasi pada deputies/sherpa meetings, 8330 delegasi pada working groups meetings, dan 6436 delegasi pada engagement group meetings.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

3. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sejumlah Negara G20 Tahun 2022 (YOY)

Proyeksi ekonomi global diprediksi akan merosot pada tahun depan, data tersebut dikutip dari International Monetary Fund (IMF). Meski demikian, gejolak ekonomi global ini diperkirakan akan lebih banyak dirasakan oleh negara-negara maju.

Namun, perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang juga diprediksi tidak akan terlalu parah. Di kelompok negara G20, IMF memprediksi tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2023 akan dicapai oleh India (6,1%), Indonesia (5%), dan China (4,4%). Sedangkan pertumbuhan terendah oleh Arab Saudi (3,7%), Turki (3%), Argentina (2%), Korea Selatan (2%), dan Australia (1,9%).

4. PDB Terbesar Sejumlah Anggota G20 Tahun 2022

Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-7 dari 10 negara dengan ekonomi terbesar dunia versi IMF. Data ini diambil berdasarkan tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mengacu pada Purchasing Power Parity.

Posisi pertama ditempati oleh Amerika Serikat (AS) dengan besaran PDB USD20,9 miliar, diikuti oleh Uni Eropa USD15,2 miliar, China USD14,7 miliar, Jepang USD4,9 miliar, Jerman USD3,8 miliar, Inggris USD2,7 miliar, Prancis USD2,6 miliar, dan Indonesia USD1,06 miliar.

5. Jenis Pertemuan G20

- Konferensi Tingkat Tinggi atau Summit merupakan klimaks dari proses pertemuan G20 yaitu rapat tingkat kepala negara atau pemerintahan.

- Kelompok kerja atau Working Groups beranggotakan para ahli dari negara G20, working groups, menangani isu-isu spesifik terkait dengan agenda G20 lebih luas, yang kemudian dimasukkan ke dalam segmen Kementerian dan akhirnya KTT.

- Pertemuan tingkat Menteri dan Deputi atau Ministerial dan Deputies Meetings. Diadakan masing-masing area fokus utama forum. Pada finance track, ministerial meetings dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur bank sentral, yang disebut Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (FMCBG). Sementara pertemuan para deputi disebut Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD).

6. Persepsi Anak Muda

Sebanyak 65,5% anak muda mengatakan akan ada dampak baik dengan adanya penyelenggaraan G20 terhadap ekonomi Indonesia. Sementara sekitar 18,5% mengatakan tidak bermanfaat. Dan 16% tidak tahu apa itu KTT G20.

7. Peran Nyata G20

- Penanganan krisis keuangan global 2008. Salah satu kesuksesan G20 terbesar adalah dukungannya dalam mengatasi krisis global 2008. G20 telah turut mengubah wajah tata kelola keuangan global, dengan menginisiasi paket stimulus fiskal dan moneter yang terkoordinasi, dalam skala sangat besar. G20 juga mendorong peningkatan kapasitas pinjaman IMF, serta berbagai development banks utama. G20 dianggap telah membantu dunia kembali ke jalur pertumbuhan, serta mendorong beberapa reformasi penting di bidang finansial.

- Kebijakan pajak. G20 telah memacu OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) untuk mendorong pertukaran terkait pajak. Pada 2012, G20 menghasilkan cikal bakal Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) keluaran OECD, yang kemudian difinalisasikan pada 2015. Melalui BEPS, saat ini 139 negara dan jurisdiksi bekerja sama untuk menghindari penghindaran pajak.

- Kontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19. Inisiatif G20 dalam penanganan pandemi mencakup penangguhan pembayaran utang luar negeri negara berpenghasilan rendah, Injeksi penanganan Covid-19 sebanyak >5 triliun USD (Riyadh Declaration), penurunan atau penghapusan bea dan pajak impor, pengurangan bea untuk vaksin, hand sanitizer, disinfektan, alat medis dan obat-obatan.

- Isu lain. Selain itu, G20 berperan dalam internasional lainnya, termasuk perdagangan, iklim, dan pembangunan. Pada 2016, diterapkan prinsip-prinsip kolektif terkait investasi internasional. G20 juga mendukung gerakan politis yang kemudian berujung pada Paris Agreement on Climate Change di 2015, dan The 2030 Agenda for Sustainable Development.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini