Share

Stop Ekspor Bahan Mentah, RI Fokus Hilirisasi Produk Pertambangan

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Kamis 17 November 2022 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 320 2709374 stop-ekspor-bahan-mentah-ri-fokus-hilirisasi-produk-pertambangan-w68YJY5Ayb.jpg Hilirisasi Produk Pertambangan (Foto: MIND.ID)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) komitmen menghentikan ekspor bahan mentah atau raw material di Indonesia. Industri pertambangan salah satunya didorong untuk memikirkan hilirisasi produk turunannya.

Hilirisasi produk ini dipercaya mampu memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja, dan memberi peluang usaha di Indonesia.

Holding industri pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID) berkomitmen dan berperan penting dalam hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas mentah yang dihasilkan.

BACA JUGA: Puji China Bantu RI, Luhut Sindir Freeport: 50 Tahun di Sini Tak Pernah Hilirisasi 

Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso memastikan hilirisasi merupakan salah satu mandat dari Kementerian BUMN untuk memperkuat bisnis industri alumunium dan nikel.

"MIND ID memiliki tiga mandat dari Pemerintah. Pertama, mengelola cadangan dan sumber daya strategis. Dua, hilirisasi. Tiga, memiliki kepemimpinan pasar yang diwujudkan melalui optimalisasi komoditas mineral dan ekspansi bisnis," katanya seperti dilansir Antara, Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Hendi menambahkan, penguatan industri bisnis aluminium dan nikel ini penting karena keduanya merupakan komponen kunci dalam pengembangan industri kendaraan listrik.

Untuk industri aluminium, MIND ID memiliki PT Inalum (Persero), yang merupakan produsen tunggal Ingot Aluminium di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 250.000 ton per tahun. Melalui MIND ID, pemerintah Indonesia memiliki 100 persen saham di Inalum.

Untuk industri nikel, MIND ID mempunyai Antam dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), yang sahamnya telah didivestasi oleh MIND ID sebesar 20%. Bersama Antam, INCO akan menjadi produser nikel nomor dua terbesar di Indonesia.

 

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut dia, percepatan industri kendaraan listrik berbasis baterai saat ini menjadi solusi untuk menurunkan emisi global yang kian meningkat, karena kendaraan listrik merupakan alternatif transportasi ramah lingkungan dan tidak menghasilkan emisi.

"Mempercepat kehadiran industri kendaraan listrik di Indonesia sejalan sustainability pathway MIND ID dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada pilar penanganan perubahan iklim," ujar Hendi.

Dia juga menegaskan SDGs tersebut sejalan dengan sustainable pathway MIND ID dalam mewujudkan komitmen pertambangan hijau untuk mempromosikan efisiensi energi yang mengurangi jejak siklus hidup terhadap dampak lingkungan.

"Sehingga, metode hemat energi dan material dalam pertambangan dan pengayaan mineral harus terus dikembangkan," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini