Share

Puji China Bantu RI, Luhut Sindir Freeport: 50 Tahun di Sini Tak Pernah Hilirisasi

Antara, Jurnalis · Jum'at 28 Oktober 2022 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 28 320 2696366 puji-china-bantu-ri-luhut-sindir-freeport-50-tahun-di-sini-tak-pernah-hilirisasi-coBvdzmYCL.jpg Menko Luhut Sindir Freeport Indonesia. (Foto: Okezone.com/Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi perusahan-perusahaan yang mendukung hilirisasi dan transfer teknologi dalam investasinya di Indonesia. Seperti dilakukan perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Apresiasi Luhut pun disampaikan dalam Peluncuran Laporan Kegiatan Tanggung Jawab Sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia di Jakarta. Turut hadir Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk RI Lu Kang.

Baca Juga: RI Punya Smelter Baru Milik PT Timah, Jokowi: Ini Keseriusan Hilirisasi Timah!

"Dulu kita bertumpu pada komoditas, orang lupa bahwa hilirisasi itu punya dampak yang luas. Kalau kita lihat Freeport 50 tahun di sini tidak pernah melakukan hilirisasi, perusahaan-perusahaan Tiongkok itu masuk dengan hilirisasi, dengan teknologi yang juga sangat baik dan transfer teknologi," katanya, dikutip dari Antara, Jumat (28/10/2022).

Baca Juga: Bahas Krisis Global Bareng Mahasiswa, Bahlil Langsung Copot Pin Menterinya: Silakan Tanya Saya Sekeras-kerasnya!

Meski begitu, dia pun mengakui pada lima tahun pertama realisasi investasi Tiongkok ada banyak ahli dan pekerja China yang datang di Indonesia. Namun, hal itu terjadi lantaran memang Indonesia tidak memiliki ahli yang mumpuni untuk mengoperasikan pabrik atau mesin asal investor tirai bambu.

"Saya dikritik banyak mengenai ini (tenaga kerja China) tapi memang kita tidak punya," katanya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Luhut yang juga koordinator kerja sama Indonesia dan China itu mengatakan dalam tiga tahun terakhir, semakin banyak putera-puteri Indonesia yang bekerja di perusahaan Tiongkok.

"Sekarang, tiga tahun ini, makin banyak anak-anak Indonesia yang dulu no body sekarang menjadi salah satu operator di sana. Hal ini tanpa kita sadar pendidikan di Indonesia timur berkembang dengan baik karena mereka harus meningkatkan kualitas untuk bisa kerja di pabrik itu," katanya.

Luhut mengaku tidak pernah membayangkan China memiliki teknologi yang bagus dan memiliki efisiensi tinggi serta spirit yang luar biasa. "Dan yang paling penting, mereka mau share teknologi dan mendidik anak-anak kita untuk memahami teknologi mereka," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini