Share

Tindaklanjuti G20, PLTS Terbesar di Dunia Dilengkapi Fasilitas Produksi Hidrogen

Noviana Zahra Firdausi, Okezone · Kamis 17 November 2022 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 17 320 2709599 tindaklanjuti-g20-plts-terbesar-di-dunia-dilengkapi-fasilitas-produksi-hidrogen-U2cWbGQv81.jpg Proyek PLTS Terbesar di Dunia (Foto: Dokumentasi)

JAKARTA - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berada di KEK Karimun, Kepulauan Riau akan dilengkapi fasilitas produksi hidrogen.

Hal ini ditandai dengan nota kesepahaman (Memoranudm of Understanding/MoU) Anantara Energi dengan Countrywide Hydrogen untuk mengkaji pembangunan fasilitas pembangunan hidrogen hijau di KEK Karimun.

Anantara Energi merupakan perusahaan gabungan ib vogt dan Quantum Power Asia). Fasilitas produksi ini akan menjadi bagian dari mega proyek PLTS yang tengah dikembangkan ib vogt dan Quantum Power Asia dan telah memperoleh komitmen pendanaan dari lembaga keuangan hingga USD6 miliar.

BACA JUGA:Pertamina Gandeng 2 Perusahaan Energi UEA, Garap PLTS hingga Kilang 

Dengan total investasi sebesar USD6 miliar, PLTS ini akan menjadi megaproyek PLTS terbesar di dunia dengan kapasitas 3,5 GW yang akan dibangun di KEK Karimun, Kepulauan Riau.

Direktur Anantara Energi, Simon G Bell mengatakan, pihaknya menyepakati kerja sama dengan Countrywide Hydrogen untuk bersama-sama melaksanakan dan mendanai studi konsep yang akan mencakup studi kelayakan tekno komersial yang tengah dilakukan untuk menyiapkan fasilitas produksi hidrogen dan amonia hijau di Indonesia.

“Kami telah menyepakati kerja sama dengan Countrywide Hydrogen untuk bersama-sama melaksanakan dan mendanai studi konsep yang akan mencakup studi kelayakan tekno komersial yang tengah dilakukan untuk menyiapkan fasilitas produksi hidrogen dan amonia hijau di Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (17/11/2022).

 

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Anantara Energi saat ini telah menyiapkan lebih dari 600 hektare area untuk pembangunan Mega Proyek PLTS dan sedang berproses untuk memperoleh izin, juga komitmen pendanaan untuk pembangunan 3.500 MWp PLTS dengan kapasitas penyimpanan energi mencapai hingga 12 GWh di Kepulauan Riau. Proyek ini juga memiliki tujuan untuk menyediakan energi bersih untuk memenuhi kebutuhan lokal sebelum mengekspor listrik ke Singapura melalui 400 kV kabel bawah laut.

"Investasi besar ini akan memberikan nilai tambah bagi sektor manufaktur dalam mendukung upaya transisi energi di Indonesia, seperti yang telah dibahas di forum B20 dan KTT G20 pekan ini," katanya.

Managing Director Countrywide Hydrogen, Geoffrey Drucker mengatakan, studi konsep dan studi kelayakan akan secara efektif memungkinkan produksi mencapai 1.650 ton hidrogen per tahun di KEK Karimun dan mencakup investasi langsung mencapai USD50 miliar serta investasi tidak langsung di bidang infrastruktur dan industri rantai pasok lainnya.

“Setelah hasil positif dari studi konsep dan studi kelayakan ini dicapai, maka diharapkan fasilitas produksi ini akan selesai dibangun pada tahun 2024 dan memulai produksinya di awal tahun 2025,” jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini