JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyatakan bahwa potensi besar pasar halal global kian menarik bagi produsen serta pelaku perdagangan antarnegara.
Menurut SGIE Report 2022, konsumsi umat muslim dunia pada 2021 menembus 2 triliun dolar AS. Bahkan, pada 2025 diproyeksikan mencapai 2,8 triliun dolar AS.
Indonesia pun terus berkomitmen mengembangkan dan memperkuat kerja sama pasar halal global, baik dengan negara-negara anggota G20, maupun negara-negara tujuan ekspor Indonesia lainnya. Untuk itu, diperlukan kerja sama internasional terkait jaminan produk halal, diantaranya melalui Halal 20 (H20).
Melalui forum yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Agama (Kemenag) ini, Wapres pun menegaskan 3 poin penting. Pertama, H20 harus dioptimalkan untuk mendukung kesuksesan Presidensi G20 Indonesia.
“Saya mendorong BPJPH dan para perwakilan lembaga halal luar negeri untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi terkini dalam penyelenggaraan jaminan produk halal,” ujar Wapres dalam sambutannya, Kamis (17/11/2022).
Kedua, Wapres menekankan, kerja sama saling pengakuan dan saling keberterimaan sertifikat halal perlu ditindaklanjuti serta ditambah cakupannya. Menurutnya, dengan maraknya pemanfaatan teknologi digital seperti e-commerce, ruang perdagangan produk halal semakin terbuka, ditambah lagi dengan potensi penguatan kerja sama pasar halal global.