Share

Pengemudi Minta Kebijakan Zero ODOL Ditunda hingga 2025

Heri Purnomo, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 320 2713317 -UmHQ92uwHm.jpg Ilustrasi truk ODOL. (Foto: Kemenhub)

JAKARTA - Aliansi Pengemudi Independen (API) meminta kepada pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menunda kebijakan normalisasi kendaraan sarat dimensi dan muatan atau zero over dimension over loading (ODOL) hingga 2025.

"Maka dari itu untuk sementara ya jangan dilakukan di 2023. Kita minta ditunda dulu hingga 2025," kata Ketua Umum Aliansi Pengemudi Independen (API), Suroso dalam RDPU dengan Komisi V DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Suroso mengatakan penerapan di 2023 merupakan kebijakan yang kurang tepat.

Hal itu dikarenakan kondisi para sopir saat ini masih belum stabil dalam perekonomiannya setelah melewati masa pandemi.

 BACA JUGA:Kendaraan ODOL Dilarang Lewat Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

"Karena selama pandemi, kita sendiri mau makan sendiri aja susah. Dan setelah Covid-19 pun teman-teman yang baisa melakukan ekspedisi angkutan barang itu belum stabil," katanya.

Selain menunda penerapan kebijakan di 2023, Suroso juga meminta pemerintah untuk tidak selalu menjadi sopir sebagai kambing hitam saat adanya kecelakaan yang diakibatkan angkutan truk.

"Bagaimana ini masalah ODOL ini yang disalahkan sopirnya. Bagaimana dengan pemilik barangnya, jangan hanya sopir saja yang disalahkan, tapi pemilik barang ini mohon untuk dilibatkan," katanya.

Adapun sebelumnya, Kemenhub menegaskan bahwa kebijakan implementasi bebas dari truk ODOL di 2023 akan tetap terlaksana.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno dalam Rapat Kerja Bidang Perhubungan Darat 2022 yang dipantau melalui virtual dari YouTube Ditjen Perhubungan Darat, Selasa (22/11/2022).

"Target ODOL pada 2023 masih tetap berjalan dan tidak ada kebijakan-kebijakan untuk memperpanjang zero ODOL di 2023," kata Hendro.

Hendro mengatakan, penerapan kebijakan zero ODOL di 2023 merupakan konsen dari Kementerian Perhubungan.

Dia mengatakan dalam proses menuju ke zero ODOL tersebut masih berjalan secara perlahan.

"Ini menjad konsen kita bagaimana Odol tu bisa kira minimalisir perlahan-lahan," katanya.

Adapun, Hendro menyebutkan bahwa secara data, kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh ODOL angkutan barang mencapai 17%.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini