JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono memastikan pembangunan infrastruktur berjalan meskipun harga BBM naik. Namun dia tak menampik jika kenaikan harga BBM yang terjadi saat ini memang sangat berat untuk keberlangsungan industri konstruksi.
Terlebih para pemenang tender yang sebelumnya mendapatkan kontrak namun dihadapkan oleh kenaikan material konstruksi dan bahan bakar di dalam negeri akibat pencabutan subsidi BBM.
Menteri Basuki menjelaskan saat ini sudah mengajukan eskalasi atau penambahan nilai kontrak kepada Menteri Keuangan untuk menutup kenaikan harga material dan kompensasi BBM.
"Kami mengupayakan dan berhasil, eskalasi, itu sudah dilegalkan dan sudah ada peraturannya," kata Menteri Basuki di JIExpo Kemayoran, Rabu (23/11/2022).
Sehingga menurut Menteri Basuki para kontraktor tidak perlu khawatir nombok akibat adanya kenaikan biaya konstruksi, dan diharapkan bisa menyelesaikannya dengan tepat waktu.
"Jadi tinggal selesaikan pekerjaan, nanti kita akan proses dan bayar eskalasinya, jadi saya kira jangan ragu lagi," ujar Menteri Basuki.
"Baru kemarin keluar surat edaran eskalasinya, jadi kalau ada yang ragu sehingga ada yang menghentikan (pembangunan), jangan sampai kita putuskan kontraknya hanya karena keraguan eskalasi," sambungnya.
Menteri Basuki menjelaskan untuk pengerjaan kontrak yang sudah selesai pada bulan-bulan setelah kenaikan harga BBM sekitar bulan September akan dibayarkan belanja material yang mulai mengalami kenaikan.
"Kalau Pekerjaan yang sudah selesai akan kita eskalasi, sejak kapan dia di eskalasi, walaupun pekerjaan yang sudah selesai tetap di eskalasi, kan sudah dikerjakan, putus kontrak nanti," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)