Share

Kementan Siapkan 600 Ribu Ton Beras untuk Cadangan

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 320 2713809 kementan-siapkan-600-ribu-ton-beras-untuk-cadangan-n349XXJ15Q.jpg Beras RI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional/NFA Arief Prasetyo Adi mendukung penuh upaya Kementerian Pertanian (Kementan) memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 600 ribu ton.

Hal ini dikarenakan, Indonesia saat ini benar-benar membutuhkan tambahan stok cadangan beras untuk intervensi pasar dan mengantispasi kondisi tidak terduga seperti bencana.

“Kami mendukung langkah Kementan menyediakan 600 ribu ton untuk cadangan beras Bulog. Penambahan stok tersebut agar dapat menjamin stabilitas harga dan mengamankan kebutuhan masyarakat apabila terjadi kondisi kedaruratan,” ujar Arief dikutip, Kamis (24/11/2022).

Arief mengatakan, upaya pemenuhan stok beras Bulog melalui dukungan Kementan tersebut sebelumnya telah diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Perekonomian tanggal 8 November 2022, yang menyebutkan agar Bulog segera mengoptimalkan pengadaan gabah dan/atau beras untuk memenuhi cadangan beras melalui pengadaan dalam negeri sebesar 500 ribu ton dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pertanian yang dipenuhi dari sejumlah lokasi.

Penyerapan yang dilakukan Bulog, lanjut Arief, akan dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat apabila BULOG menyerap dengan harga tinggi kemungkinan akan menggerek harga beras di hilir.

“Apabila harga di hilir tinggi, inflasi akan tinggi juga. Kalau inflasi tinggi maka tidak sesuai dengan perintah Bapak Presiden, maka proses penyerapan ini akan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tetap menjaga keseimbangan harga,” ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Arief juga menegaskan, bahwa pengadaan stok Beras Bulog tersebut akan mengutamakan pemenuhan dari dalam negeri. Namun demikian, untuk mengamankan ketersediaanan apabila sudah sangat mendesak dan tidak ada pilihan lain, maka akan dipertimbangkan opsi pengadaan dari luar negeri.

“Intinya, apapun bagaimanapun, negara menjamin ketersediaan pangan bagi warganya, dan kita semua tegak lurus pada arahan Presiden untuk memastikan kebutuhan pangan seluruh masyarakat terpenuhi. Ketersediaan wajib, kalau urusan perut tidak boleh main-main,” tegasnya.

“Sekali lagi tidak boleh mengambil risiko untuk komoditas yang namanya beras. Kita pasti dapat melewati bersama kondisi saat ini bila niat kita semua bersama sama, hand in hand, dalam menjaga ketahanan pangan.” tambah Arief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini