Share

UMP DKI Jakarta 2023 Naik Jadi Rp5 Juta? Cek 4 Faktanya

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Sabtu 26 November 2022 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 320 2715182 ump-dki-jakarta-2023-naik-jadi-rp5-juta-cek-4-faktanya-RoWX0S00jP.JPG Ilustrasi UMP DKI Jakarta 2023. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi mengeluarkan Peraturan Menaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023, salah satunya mengatur bahwa penyesuaian nilai upah minimum tidak boleh melebihi 10%.

Lalu, Kemnaker meminta pengumuman UMP 2023 tersebut paling lambat dilakukan 28 November 2022.

Dalam penyesuaian nilai upah minimum untuk 2023 dihitung menggunakan formula penghitungan dengan mempertimbangkan variabel pertumbuhan ekonomi, inflasi dan indeks tertentu.

Dirangkum Okezone, Sabtu (26/11/2022), berikut fakta kenaikan UMP DKI Jakarta 2023:

 BACA JUGA:Hitung-hitungan Kenaikan UMP DKI Jakarta 2023, Tembus Rp5 Juta?

1. UMP DKI Jakarta 2022

Dari Keputusan Gubernur DKI Jakarta 1517 tahun 2021 menyatakan UMP Jakarta 2022 naik 5,1% atau Rp225.667 menjadi Rp4.651.864.

Namun Majelis Hakim PTUN Jakarta menyatakan Batal Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1517 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi tahun 2022 tanggal 16 Desember 2021, sehingga UMP Jakarta kini berada di angka Rp4.573.845.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

2. UMP DKI Jakarta 2023 Bisa Tembus Rp5 Juta?

Untuk perhitungan jika naik 10% maka UMP 2023 Jakarta menjadi Rp4,9 juta.

Di mana artinya angka kenaikan tersebut sekitar Rp372 ribu.

Kemudian , penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan bahwa UMP 2023 belum ditetapkan.

Namun, dia memastikan UMP DKI Jakarta 2023 ditetapkan Senin pekan depan pada 28 November 2022.

3. Respon Pengusaha

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengaku tidak setuju dengan kenaikan upah minimum tahun 2023 yang ditetapkan Kementerian Ketenagakerkaan (Kemnaker) maksimal 10%.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Apindo, Anton J Supit mengatakan angka maksimal 10% untuk kenaikan upah minimum tahun 2023 dianggap terlalu besar dan memberatkan.

"Minimal kalau sudah tidak bisa membantu, jangan membuat kebijakan yang kontroversial, artinya dengan membuat kenaikan upah yang tidak mengikuti formula yang diatur oleh turunan UU CK," ujar Anton dalam Market Review IDX Channel, Selasa (22/11/2022).

4. Buruh Bakal Demo

Adapun sejumlah buruh menggelar aksi demo besar-besaran pada 28 November 2022 untuk menolak usulan kenaikan UMP DKI Jakarta 2023.

“Penetapan UMP sangat penting. Sebab, UMP DKI memiliki pengaruh yang besar terhadap kabupaten/kota lainnya, khususnya di kota-kota industri. Untuk itu, buruh akan mengawal penetapan UMP DKI dengan sungguh-sungguh,” Ucap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Sebelumnya, pada 22 November, Dewan Pengupahan Provinsi DKI telah memutuskan untuk merekomendasikan nilai UMP Tahun 2023 ke Pj Gubernur DKI.

“Di dalam Dewan Pengupahan ada tiga unsur. Unsur pemerintah, unsur serikat pekerja, dan unsur pengusaha," ujar Said di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Bahkan, dia menyebut baru kali ini terjadi, usulan pengusaha ada dua versi, yaitu versi Apindo dan Kadin. Di mana versi Apindo menggunakan PP 36/2021 yang sudah digantikan oleh Permenaker 18/2022 dengan kenaikan 2,62% sebesar Rp4.763.293. Sementara itu, Kadin menggunakan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023 dengan kenaikan 5,11% sebesar Rp4.879.053.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini