Share

RI Kelebihan Pasokan Listrik, Erick Thohir Bicara Transisi Energi

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Selasa 29 November 2022 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 320 2717337 ri-kelebihan-pasokan-listrik-erick-thohir-bicara-transisi-energi-qIyqbaHR8O.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa PT PLN (Persero) masih mengalami over supply atau kelebihan pasok listrik. Hal ini akan menjadi kendala saat perseroan melakukan transisi energi fosil ke energi baru dan terbarukan (EBT).

Menurutnya, transisi energi ke EBT tidak dapat dielakan lagi. Hanya saja ada beberapa catatan yang harus diselesaikan pemerintah dan BUMN, Salah satunya kelebihan pasok listrik.

"Itu kendala, tapi kan ketika tidak over supply penambahan listrik baru dengan EBT," ungkap Erick saat ditemui di kawasan DPR RI, Selasa (29/11/2022).

Kementerian BUMN, lanjut Erick, terus mendorong transformasi bisnis PLN secara menyeluruh. Upaya itu harus dilakukan di tengah perubahan iklim yang menuntut perusahaan mengambil langkah strategis untuk melakukan transisi energi.

"Karena kalau kita lihat, bahwa dengan keadaan tren baru global, suka tidak suka perubahan iklim ini terus terjadi," ucap dia.

Erick Thohir sudah meresmikan atau meluncurkan Holding Subholding PLN. Langkah ini akan membawa PLN menjelma menjadi perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi dan berorientasi pada masa depan menuju energi baru terbarukan.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Adapun subholding PLN diantaranya PLN Energi Primer Indonesia, PLN Nusantara Power (Generation Co 1), PLN Indonesia Power (Generation Co 2) dan PLN ICON Plus.

"Kita perlu menyadari transformasi PLN sudah kita jalankan melalui holding dan subholding, yang holding PLN akan fokus kepada transmisi dan retail. Ada subholding beyond KwH atau di luar kelistrikan, disitu ada kabel yang bermanfaat untuk ekonomi digital Indonesia, bisa mencapai Rp 4.500 triliun pada 2030. Jadi kita lakukan intervensi seperti itu," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini