Share

Rugi Nusa Konstruksi Turun 41% Jadi Rp14,4 Miliar di Kuartal III-2022

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 06 Desember 2022 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 278 2721489 rugi-nusa-konstruksi-turun-41-jadi-rp14-4-miliar-di-kuartal-iii-2022-qku9somgGI.jpg DGIK Catat Rugi (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) pada kuartal III-2022 meraih pendapatan Rp275,47 miliar atau tumbuh 18,3% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 232,79 miliar

Selain itu, perseroan masih membukukan rugi usaha Rp14,46 miliar atau turun 41% dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp24,69 miliar.

Selain dari pertumbuhan pendapatan, perbaikan performa perseroan juga disumbang dari efisiensi operasional, tercatat beban operasional mengalami penurunan meskipun pendapatan tumbuh. Begitu juga efisiensi di beban kontrak yang terlihat dari margin bruto yang meningkat 240 bps menjadi 14,9%.

Direktur Utama Nusa Konstruksi Enjiniring, Heru Firdausi Syarif menyatakan bahwa, performa tiga kuartal tahun ini memperlihatkan proses konsolidasi telah berhasil mengangkat performa, baik dalam hal pertumbuhan maupun efisiensi operasional.

Dengan raihan kontrak baru di tahun ini yang juga sudah memperlihatkan peningkatan yang signifikan, perseroan optimistis bisa meraih pertumbuhan yang lebih tinggi ke depan.

Perolehan kontrak baru per September 2022 tercatat sebesar Rp814,7 miliar meningkat signifikan dibandingkan raihan kontrak baru sepanjang tahun 2021 yang hanya sebesar Rp167 miliar.

Kontribusi terbesar berasal dari proyek infrastruktur jalan seperti proyek Tol Solo–Jogja seksi 1, bangunan pendidikan, Rumah Sakit, high rise building, dan proyek pembangunan jalan kawasan.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Porsi proyek infrastruktur dalam portofolio kontrak perseroan meningkat signifikan sejalan dengan langkah transformasi bisnis perseroan untuk peningkatan di bisnis infrastruktur, pasca kehadiran PT Global Dinamika Kencana (GDK) sebagai pengendali baru," terangnya, Selasa (6/12/2022).

Posisi neraca perusahaan dalam kondisi yang prima, dimana posisi rasio debt to equity yang rendah sebesar 0,5x dan kondisi likuiditas sangat likuid dengan level current ratio sebesar 1,3x. Terjadi peningkatan pada aset investasi perseroan pasca akuisisi 35% kepemilikan di PT Dirgantara Yudha Artha (DYA).

Hingga saat ini, perseroan masih menjalani program pembelian kembali saham (Share Buyback) dengan realisasi saham yang dibeli hingga September sebanyak 290.256.900 lembar. DGIK optimistis di tahun 2023 akan mampu menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik, meskipun dibayangi dengan perkiraan resesi global dan tekanan terhadap laju pertumbuhan ekonomi domestik.

Perseroan saat ini memiliki modal yang kuat dalam mengoptimalkan pertumbuhan ke depan baik berupa posisi neraca keuangan yang solid, operasional yang semakin efisien, peningkatan pada segmen infrastruktur dan selesainya proses konsolidasi dan sinergi di bisnis jasa konstruksi dengan PT Dirgantara Yudha Artha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini