Share

KA Parahyangan Tak Akan Jadi Kereta Barang, Ini Penjelasan Stafsus BUMN

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Selasa 06 Desember 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 320 2721740 ka-parahyangan-tak-akan-jadi-kereta-barang-ini-penjelasan-stafsus-bumn-BwuoHxkCr4.jpg KA Argo Parahyangan tak akan menjadi kereta barang (Foto: Antara)

JAKARTA – Kereta Api Argo Parahyangan tidak akan menjadi kereta barang atau kargo. Hal ini ditegaskan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Isu KA Argo Parahyangan menjadi kereta barang muncul usai pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir. Erick menyebut KA Argo Parahyangan bisa dikonversi menjadi kereta kargo, setelah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) diresmikan pada 2023.

Arya menegaskan maksud dari pernyataan Erick Thohir mengacu pada penguatan ekosistem moda transportasi barang di Tanah Air dan tidak berkaitan dengan pengalihan bisnis atau penghentian operasional Argo Parahyangan.

"Bukan (Parahyangan diganti jadi kereta kargo), itu kan Pak Erick cerita soal ekosistem kereta. Kita kan belum punya kereta barang di sini, padahal di Sumatera itu full kereta logistik," ungkap Arya saat berdialog dengan Wartawan, Selasa (6/12/2022).

Meski tidak secara gamblang menyebut adanya rencana penghentian Argo Parahyangan, Erick pada pernyataan sebelumnya menyebut transportasi kereta bukan saja soal penumpang, namun juga soal angkutan barang.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Pernyataan itu merupakan jawaban saat beberapa pertanyaan yang dikonfirmasi wartawan perihal penghentian operasi Argo Parahyangan di gedung DPR RI pada Senin 5 November 2022 kemarin.

"Yang namanya kereta kan bisa juga jadi kereta barang. Karena Indonesia ini tak punya yang namanya kereta barang, untuk penumpangnya bisa juga dengan kereta cepat," jawab Erick.

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan penghentian operasi Kereta Api Argo Parahyangan tergantung pada kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Saya rasa itu kembali yang namanya kebijakan soal kereta dan lain-lain itu kan ada di Menteri Perhubungan," ucapnya.

Di lain sisi, Erick memastikan pihaknya bersama Kementerian Perhubungan mendorong adanya integrasi moda transportasi di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini