Share

Simak Profil 4 Anak Usaha BUMN yang IPO Tahun Depan

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 278 2723420 simak-profil-4-anak-usaha-bumn-yang-ipo-tahun-depan-Ehg1bnlDYE.jpg IPO anak usaha BUMN (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Simak profil empat anak usaha BUMN akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2023. Empat anak usaha BUMN berasal dari sektor bisnis yang berbeda.

Anak usaha BUMN yang dimaksud di antaranya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu Energi (PHE), PalmCo, dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, langkah pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperkuat ekosistem bisnis masing-masing perusahaan. Misalnya energi dan pangan.

"Untuk bisa meningkatkan ketahanan pangan dan energi, rencana empat anak usaha BUMN melakukan penawaran saham ke publik di 2023," ujar Pahala, dikutip Kamis (8/12/2022).

Terkait dengan aksi korporasi tersebut, MNC Portal Indonesia pun merangkum profil singkat keempat anak perusahaan BUMN.

1. Pertamina Geothermal Energy

Pertamina Geothermal Energy merupakan salah satu anak usaha PT Pertamina Power Indonesia yang bersinergi dengan sesama entitas di bawah naungan PT Pertamina (Persero). Pada 2006, PGE didirikan untuk melanjutkan tongkat estafet pengembangan dan pengelolaan energi panas bumi untuk menghasilkan energi yang bersih, ramah lingkungan dan terjangkau.

Setahun setelah didirikan, PGE meresmikan satu unit PLTP tambahan di WKP Lahendong, Provinsi Sulawesi Utara. Pembangunan PLTP Area Lahendong Unit II dengan kapasitas 20 MW ini sudah dimulai sejak 2004. Saat ini perusahaan mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang sebesar 1877 MW.

PGE memanfaatkan panas bumi melalui skema pemanfaatan langsung maupun tidak langsung. Saat ini sebagian besar pemanfaatan panas bumi dilakukan dengan skema pemanfaatan tidak langsung.

Di mana, PGE menyediakan uap yang dihasilkan dari lapangan panas bumi untuk serta menyediakan tenaga listrik yang dihasilkan dari pengelolaan energi panas bumi yang terintegrasi dari eksplorasi, pengeboran, hingga pengembangan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

2. Pertamina Hulu Energi

PHE merupakan anak perusahaan Pertamina. Mengutip keterangan resmi perusahaan, hingga saat ini, PHE mengelola portofolio atau operasional sebanyak 58 anak perusahaan, 6 perusahaan patungan dan 2 perusahaan afiliasi yang mengelola blok - blok migas di dalam dan luar negeri. Bahkan, bergerak di kegiatan usaha hilir migas dan services.

PHE ditugaskan untuk bertindak selaku strategic operating arm Pertamina melalui berbagai kerjasama dengan pihak ketiga di dalam maupun di luar negeri, dengan skema Joint Operating Body - Production Sharing Contract (JOB - PSC), Joint Operating Agreement - Production Sharing Contract (JOA - PSC), Participating Interest/ Pertamina Participating Interest (PI/ PPI), dan Partnership.

Pada akhir 2019 lalu, perusahaan memiliki 58 anak perusahaan yang terdiri dari 53 AP di dalam negeri dan 5 AP di luar negeri, yang mengelola 48 Wilayah Kerja dalam negeri dan 2 Wilayah Kerja luar negeri.

3. PalmCo

Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III memang membidik pendirian tiga subholding, salah satunya PalmCo. Melalui tiga subholding ini, PTPN III akan mengoptimalisasi asetnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

PalmCo sendiri difokuskan pada penguatan ekosistem kelapa sawit di dalam negeri. Subholding ini sudah menjadi proyek strategis nasional sehingga proses persiapan IPO PalmCo diharapkan dapat dilakukan pada kuartal II atau III tahun 2023.

4. Pupuk Kalimantan Timur

Pupuk Kalimantan Timur atau PKT adalah salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero). Perusahaan merupakan produsen pupuk urea dan NPK terbesar di Asia yang didirikan pada 7 Desember 1977.

Mengutip keterangan resmi perusahaan, PKT menempati lahan seluas 443 hektar di Kota Bontang, Kalimantan Timur dengan fasilitas produksi yang terdiri dari lima pabrik Amoniak, lima pabrik Urea, tiga pabrik NPK Blending, dua pabrik NPK Fusion, dan satu pabrik Boiler Batu Bara.

Lalu, unit pengantongan serta unit pergudangan dengan total kapasitas produksi pupuk urea sebesar 3,43 juta ton per tahun, Amoniak 2,74 juta ton per tahun, dan NPK sebesar 350.000 ton per tahun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini