Share

Tambang di Sawahlunto Meledak, ESDM: Diduga Akibat Gas Metana

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 320 2724135 ini-penyebab-ledakan-di-tambang-milik-nusa-alam-lestari-9-orang-meninggal-dunia-1tmLfg01cq.JPG Tambang Nusa Alam Lestari meledak. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyebab ledakan tambang batu bara bawah tanah milik PT Nusa Alam Lestari yang terjadi pada hari ini, Jumat (9/12/2022) di Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) masih diselidiki.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Ridwan Djamaluddin mengatakan kalau ledakan diduga diakibatkan gas metana.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, ledakan diduga diakibatkan gas metana. Penyebab ledakan akan diinvestigasi lebih lanjut oleh Inspektur Tambang," ujarnya dikutip dari keterangan resmi di website minerba.esdm.go.id dikutip malam ini.

 BACA JUGA:Tambang Batu Bara Milik Nusa Alam Lestari di Sawahlunto Meledak, Ini Kronologinya

Adapun ledakan ini terjadi di lubang nomor DC 02 tambang batu bara bawah tanah Nusa Alam Lestari.

Dari ledakan ini ada 9 pekerja meninggal dunia, 3 orang luka ringan dan 1 orang mengalami luka bakar.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Sampai saat ini proses evakuasi oleh tim Nusa Alam Lestari masih terus berlangsung, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto, Basarnas, Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Sawahlunto, TNI, dan polisi.

Ridwan menegaskan operasional di site Nusa Alam Lestari juga sudah dihentikan sementara selama proses investigasi.

" Kegiatan operasional dapat dilaksanakan dengan aman dan selamat sesuai dengan Surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara nomor 06.E/37.04/DJB/2019 tanggal 15 Agustus 2019 perihal Surat Edaran Kewajiban Perusahaan terkait Tindak Lanjut Kecelakaan Tambang Berakibat Mati," jelasnya.

Untuk investigasi dipimpin langsung oleh Koordinator Inspektur Tambang Provinsi Sumatera Barat telah tiba di lokasi ledakan untuk melakukan pemeriksaan awal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini