Share

Tambang Batu Bara Milik Nusa Alam Lestari di Sawahlunto Meledak, Ini Kronologinya

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 320 2724122 tambang-batu-bara-milik-nusa-alam-lestari-di-sawahlunto-meledak-ini-kronologinya-OOJLJLECXG.JPG Tambang Nusa Alam Lestari meledak. (Foto: minerba.esdm.go.id)

JAKARTA - Ledakan tambang batu bara bawah tanah milik PT Nusa Alam Lestari terjadi terjadi pada hari ini, Jumat (9/12/2022) di Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar).

Ledakan ini terjadi di lubang nomor DC 02 tambang batu bara bawah tanah Nusa Alam Lestari.

Adapun pada peristiwa ini memakan korban sebanyak 14 pekerja.

Di mana 9 pekerja meninggal dunia, 3 orang luka ringan dan 1 orang mengalami luka bakar.

 BACA JUGA:Polri Ungkap Ada Gas Metan di Lubang Tambang Batu Bara Sawahlunto yang Meledak

Sampai saat ini proses evakuasi oleh tim Nusa Alam Lestari masih terus berlangsung, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto, Basarnas, Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Sawahlunto, TNI, dan polisi.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Kini operasional di site Nusa Alam Lestari sudah dihentikan sementara selama proses investigasi.

" Kegiatan operasional dapat dilaksanakan dengan aman dan selamat sesuai dengan Surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara nomor 06.E/37.04/DJB/2019 tanggal 15 Agustus 2019 perihal Surat Edaran Kewajiban Perusahaan terkait Tindak Lanjut Kecelakaan Tambang Berakibat Mati," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara

Ridwan Djamaluddin dikutip dari keterangan resmi di website minerba.esdm.go.id dikutip malam ini.

Dia juga menjelaskan untuk proses investigasi dipimpin langsung oleh Koordinator Inspektur Tambang Provinsi Sumatera Barat telah tiba di lokasi ledakan untuk melakukan pemeriksaan awal.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, ledakan diduga diakibatkan gas metana. Penyebab ledakan akan diinvestigasi lebih lanjut oleh Inspektur Tambang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini