Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Yusuf Sutejo menginformasi setidaknya terdapat 13 pekerja konstruksi yang pulang kampung karena hanya mendapatkan upah Rp80 ribu sehari.
Upah pekerja tersebut sudah dipotong oleh sang mandor yang awalnya dijanjikan Rp150 ribu per hari sebelum berangkat di Kalimantan. Namun di Kalimantan pekerja konstruksi itu justru ditinggal kabur oleh sang mandor dan membawa kabur uang hasil memotong gaji tukangnya.
"Mandor-nya sudah kabur dan mereka (pekerja konstruksi) hanya minta tolong untuk pulang ke Jawa. Kita berusaha (memburu mandor)," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)