Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayar Tol Tanpa Sentuh Siap Diterapkan, Bagaimana Sistemnya?

Zuhirna Wulan Dilla , Jurnalis-Selasa, 13 Desember 2022 |20:36 WIB
Bayar Tol Tanpa Sentuh Siap Diterapkan, Bagaimana Sistemnya?
Jalan Tol. (Foto: PUPR)
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) memastikan berpartisipasi dalam penerapan sistem pembayaran tanpa sentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol Indonesia.

Di mana upaya ini untuk peningkatan layanan dan mengurangi potensi kepadatan di gerbang tol.

 Seketaris Jenderal ATI, Kris Ade Sudiyono, mengatakan bahwa pada prinsipnya seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia sedang terus berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah strategis bersama Pemerintah dan Badan Usaha Pelaksana (BUP) terpilih dalam mendukung penerapan MLFF ini.

Sehingga diharapkan implementasinya harus direncanakan dengan baik, cermat, matang dan waktu yang cukup.

“Peningkatan pelayanan di jalan tol dengan sistem pembayaran transaksi tol non-tunai yang telah kita mulai sejak penggunaan uang elektronik pada tahun 2017 lalu, sudah tepat dan tentu saja siap untuk dimodernisasi dan dikembangkan dengan teknologi yang lebih baik berbasis tanpa henti dan nirsentuh," ujarnya dikutip dari keterangan resmi yang diterima, Selasa (13/12/2022).

 BACA JUGA:Jalan Tol Indralaya - Prabumulih Ditargetkan Rampung Maret 2023

"Namun demikian, perubahan ini harus disiapkan dengan cermat dan matang, yang tidak hanya berfokus pada kesiapan aspek teknikal, tetapi harus dikembangkan menyeluruh, termasuk kesiapan perubahan model dan proses bisnis yang menyertainya, mengingat akan terjadi perubahan distribusi risiko di kendali pengumpulan tol yang kami pahami akan meningkatkan risiko atas penerimaan pendapatan tol bagi para BUJT,” tambahnya.

Dia menjelaskan kalau ada sejumlah aspek yang saat ini masih sedang terus didiskusikan dengan pihak PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), BUP MLFF terpilih bersama Pemerintah.

Selain memastikan pengembangan sistem dan konfigurasinya memenuhi standar kriteria pengembangan sistem MLFF terbaik, teknologinya harus menjamin pelayanan jalan tol di Indonesia tetap andal, memenuhi unsur reliability, availability, maintainability serta safety.

Adapun proses bisnis penerapan sistem MLFF ini harus memastikan 100% collectability atas tarif tol yang dibayarkan oleh pengguna jalan tol.

Pengoperasian MLFF berbasis sistem Global Navigation Satellite System (GNSS), yang akan merekam data koordinat dan nomor polisi kendaraan pengguna jalan tol, juga harus didukung dengan penyiapan perangkat dan aturan hukum yang memadai.

Tidak hanya itu, hal tersebut juga harus ditunjang dengan proses edukasi dan komunikasi publik yang masif dan komprehensif kepada pengguna jalan tol atas perubahan paradigma cara bertransaksi tanpa henti dan nirsentuh di jalan tol.

Dia juga memastikan akan terus bahu-membahu dengan semua pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan tahapan modernisasi sistem transaksi tol berbasis sistem pembayaran MLFF di jalan tol Indonesia berjalan dengan baik.

“Sistem MLFF yang akan dipasang di seluruh jalan tol Indonesia harus memenuhi service level agreement terkait waktu dan ketepatan transaksi pengguna jalan tol, dan memastikan pengguna jalan juga harus terbebaskan dari biaya tambahan dengan adanya penerapan sistem MLFF ini,” imbuhnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement