JAKARTA - Harga minyak naik lebih dari USD2 di akhir perdagangan Rabu, setelah OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan rebound permintaan pada tahun depan. Selain itu, perkiraan kenaikan suku bunga AS mereda seiring dengan melambatnya inflasi.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman pada bulan Februari terangkat USD2,02 atau 2,4% menjadi USD82,70 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari menguat USD1,94 menjadi USD77,28 per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Brent dan WTI Meningkat karena Inflasi AS Turun
Harga Brent telah kembali ke struktur pasar backwardated, barel pemuatan bulan depan diperdagangkan lebih tinggi daripada pengiriman selanjutnya. Hal ini menunjukkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan pun mereda. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (15/12/2022).
Baca Juga: Heboh Bupati Meranti soal DBH Tak Adil, 'Pajak Rezeki Nomplok' Bakal Diterapkan?
Struktur telah masuk ke dalam contango, harga kontrak berjangka lebih tinggi daripada aset dasar (harga spot). Di mana harga minyak didukung oleh kebocoran dan pemadaman pipa minyak utama Keystone milik TC Energy yang mengirimkan 620.000 barel per hari minyak mentah Kanada ke Amerika Serikat
Para pejabat pun mengungkapkan bahwa pembersihan akan memakan waktu setidaknya beberapa minggu. Untuk itu, sinyal bearish di mana stok minyak mentah AS akan naik lebih dari 10 juta barel minggu lalu, terbesar sejak Maret 2021.
Sementara itu, di tahun depan, OPEC memperkirakan permintaan minyak akan tumbuh sebesar 2,25 juta barel per hari (bph) selama tahun depan menjadi 101,8 juta barel per hari dengan potensi kenaikan dari Tiongkok, importir utama dunia.
Sedangkan IEA memperkirakan permintaan minyak Tiongkok pulih tahun depan setelah kontraksi 400.000 barel per hari pada 2022. IEA menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak 2023 menjadi 1,7 juta barel per hari dengan total 101,6 juta barel per hari.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.