Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Heboh Bupati Meranti soal DBH Tak Adil, 'Pajak Rezeki Nomplok' Bakal Diterapkan?

Atikah Umiyani , Jurnalis-Senin, 12 Desember 2022 |18:36 WIB
Heboh Bupati Meranti  soal DBH Tak Adil, 'Pajak Rezeki Nomplok' Bakal Diterapkan?
Bupati Meranti Muhammad Adil. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Penyataan Bupati Meranti Muhammad Adil yang menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diisi iblis menuai sorotan dari berbagai pihak.

Hal itu karena dia beranggapan dana bagi hasil (DBH) Kepulauan Meranti tak adil.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira pun turut memberikan komentarnya.

Bhima menanggapi pernyataan Adil, dengan mengusulkan agar pemerintah pusat sebaiknya melakukan windfall tax terhadap keuntungan sumber daya alam (SDA) baik perusahaan migas, tambang dan perkebunan besar.

 BACA JUGA:Heboh Dana Bagi Hasil, Ternyata Kepulauan Meranti Punya Banyak Harta Karun Selain Migas

Nantinya, windfall tax atau pajak terhadap kenaikan harga komoditas akan dialirkan langsung ke pemerintah daerah sebagai dana bagi hasil sumber daya alam (SDA).

“Contohnya kabupaten Meranti penghasil migas, maka 70% keuntungan hasil migas di tengah harga minyak yang tinggi akan mengalir langsung ke kas kabupaten Meranti,” ujarnya ketika dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (12/12/2022)

Namun, dia juga mengingatkan agar pemda jangan boros untuk belanja pegawai dan barang yang tidak relevan terhadap kesejahteraan penduduk lokal.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement