JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyinggung soal pentingnya menjaga kewenangan dan mencegah korupsi dalam tata kelola institusi. Hal tersebut dikarenakan banyaknya godaan korupsi yang merajalela dikalangan pegawai Kemenkeu.
Berkaitan dengan hal ini, Minggu (18/12/2022) Okezone pun merangkum beberapa fakta mengenai da 'Setan' dan 'Tuyul' di Kemenkeu, sebagai berikut:
1. Peran Kemenkeu
Dari sisi keuangan negara, selaku pengelola keuangan negara dan bendahara negara, Kemenkeu mempunyai kewajiban yang sangat luar biasa untuk bisa menciptakan dan ikut mendorong terbangunnya sistem yang akuntabel, yang di dalamnya ada check and balance yang berjalan secara efektif.
"Karena bisa saja institusi membentuk check and balance tetapi kemudian dia tidak berjalan. Secara sengaja atau tidak sengaja, dia dilemahkan atau tidak di-empower untuk kemudian menciptakan suasana permisif. Ini adalah suatu godaan dan tantangan luar biasa bagi kita semuanya," ujar Sri dalam Puncak Peringatan Hakordia Kemenkeu Tahun 2022 bertajuk "Integritas Tangguh, Pulih Bertumbuh" secara virtual di Jakarta, Selasa (13/12/2022).
2. Tanggung Jawab Menjaga Kewenangan
Semakin tinggi kewenangan, Sri menilai sebetulnya semakin kewajibannya sangat besar untuk menjaga agar kewenangan itu harus bisa dijaga, dikelola, dan dicek.