Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasnur Internasional (HAIS) Bidik Angkut 9 Juta Ton Batu Bara di 2023

Cahya Puteri Abdi Rabbi , Jurnalis-Jum'at, 23 Desember 2022 |08:10 WIB
Hasnur Internasional (HAIS) Bidik Angkut 9 Juta Ton Batu Bara di 2023
Batu bara. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menargetkan dapat mengangkut 9 juta metrik ton batu bara di 2023.

Angka itu naik 12,5% dari target tahun ini yang sebesar 8 juta metrik ton.

Investor Relations HAIS, Ramadhany Andryanto menjelaskan bahwa, pengangkutan batu bara masih menjadi kontributor besar yang mempengaruhi pendapatan perseroan.

Dia menyebut, batu bara masih menjadi komoditas utama yang akan dikembangkan oleh perseroan, mengingat permintaan yang masih tinggi.

 BACA JUGA:BEI Catat 825 Emiten, RI Peringkat Kedua Setelah Malaysia

“Kami rasa komoditas batu bara tetap menjadi komoditas utama, setidaknya untuk tiga tahun ke depan,” kata Andryanto dalam paparan publik dikutip Jumat (23/12/2022).

Sejalan dengan pemulihan ekonomi global pasca pandemi dan meningkatnya permintaan batu bara, volume kargo perseroan per September 2022 tercatat naik 25,9% secara tahunan menjadi 6,8 juta metrik ton.

 

Meski demikian, perseroan tak menutup kemungkinan untuk mengembangkan angkutan pada komoditas selain batu bara, hal itu merupakan antisipasi perseroan ketika permintaan batu bara mengalami penurunan.

“Kami fokus untuk mendiversifikasikan komoditas yang kami angkut, pada komoditas yang marginnya menarik dan sustainable setelah permintaan batu bara mulai menurun,” ungkap dia.

Lebih lanjut, perseroan juga akan menerapkan strategi integrasi pada bisnis kapal, dengan menambah kapasitas pengelola pelabuhan dan bisnis integrasi lainnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement