Ada pula harta lainnya yang berjumlah Rp201.588.409.092.
Tercatat pula utang Jhonny sebanyak Rp10.352.000.000.
Sebagai informasi, Jhonny sempat menjalankan bisnisnya di bidang alat perkebunan pada 1980-an. Saat itu sedang marak pembukaan perkebunan di Kalimantan dan Papua.
Dia juga memperluas bisnisnya ke dunia transportasi penerbangan. Bahkan sempat menjadi bagian dari maskapai penerbangan Air Asia sebagai Komisaris PT Air Asia.
Setelah itu dia memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Karirnya di dunia politik diawali dengan masuk ke Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia pada 2013 lalu. Hingga pada akhirnya dia diangkat menjadi ketua.
Johnny akhirnya memutuskan untuk pindah ke Partai NasDem yang kemudian terpilih sebagai anggota DPR periode 2014-2019 mewakili daerah Nusa Tenggara Timur.
(Zuhirna Wulan Dilla)