JAKARTA - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengincar pertumbuhan produksi batu bara hingga 5% tahun ini. Sejauh ini, data final produksi 2022 masih tahap konsolidasi.
Dikutip dalam IDX 1st Session Closing, Senin (9/1/2023), di tahun ini, Bonifasius melihat pertumbuhan batubara masih baik dengan pelonggaran monitoring Covid-19 di China.
Direktur Utama GEMS Bonifasius melihat, hal tersebut dapat memacu pertumbuhan industri menjadi lebih baik dan memberikan dampak atas kebutuhan energi dari batubara.
“Pertumbuhan produksi di tahun ini diperkirakan di atas 5% dibandingkan 2022,” ujarnya.
Melansir hasil paparan publik November 2022, Manajemen GEMS menjelaskan, sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang sedang diajukan oleh PT Borneo Indobara (BIB), anak perusahaan GEMS sebagai penyumbang volume produksi terbesar dengan total produksi yang diajukan adalah 36 juta ton, dan BIB memiliki rencana untuk mengajukan revisi RKAB di tengah tahun 2023 untuk meningkatkan volume produksinya.
Adapun fokus agenda bisnis GEMS di sepanjang tahun ini adalah memacu pertumbuhan bisnis secara organik dan menjaga pertumbuhan yang sesuai dengan kaidah Environmental, Social and Governance (ESG).
Di sisi lain, Bonifasius optimistis bahwa permintaan batubara dari pasar Asia masih akan positif meski ada bayang-bayang resesi ekonomi global.
Guna mendukung rencana kenaikan produksi, GEMS menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar USD25 juta untuk keperluan infrastruktur dan sarana pendukung produksi. Menurut rencana, anggaran tersebut bakal mengandalkan kas internal perusahaan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.