JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir yakin laba bersih perusahaan negara mencapai Rp200 triliun. Laba BUMN naik signifikan jika dibandingkan dengan laba perseroan pada 2021 yaitu Rp125 triliun.
Perkiraan kenaikan laba BUMN tersebut lantaran adanya efisiensi bisnis, baik secara operasional dan keuangan sepanjang tahun lalu.
"Kemungkinan ini laba BUMN tahun ini (2022) Rp200 triliun, kemungkinan. Ini belum tutup buku. Artinya apa? Kalau bener Rp200 triliun, yang sebelumnya Rp125 triliun, naek lagi," ungkap Erick dikutip Jumat (15/1/2022).
Dari data Kementerian BUMN, laba konsolidasi perusahaan pelat merah pada kuartal III/2022 saja mencapai Rp155 triliun. Jumlah tersebut naik 155,1% dibandingkan pada periode yang sama 2021 yakni Rp61 triliun.
Kinerja konsolidasi BUMN pun tumbuh positif di sektor pendapatan usaha, di mana pada kuartal III/2022 perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp2.091 triliun. Nilai tersebut naik 29,6% dibandingkan periode yang sama pada 2021 yaitu Rp1.613 triliun.