Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produktivitas Padi Surplus Setiap Tahun, DPR: Kok Harus Ada Impor?

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 16 Januari 2023 |13:21 WIB
Produktivitas Padi Surplus Setiap Tahun, DPR: Kok Harus Ada Impor?
Ilustrasi beras. (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTA - DPR RI menilai kinerja BUMN Pangan Bulog kurang baik dalam hal pemenuhan cadangan beras pemerintah. Pasalnya kerap menggunakan jalur impor ketimbang menyerap produksi petani.

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin menyebut setiap tahun produksi beras di Indonesia selalu mengalami surplus, akan tetapi impor beras tidak terelakan setiap tahunnya.

Hal itu praktis merugikan petani, sebab akan berdampak pada pembentukan harga beras yang ada di pasar

BACA JUGA:Heboh! Lamborghini Aventador Berasap di Jalur Busway, Netizen: Lagi Telepon Bekingan 

"Saya sudah mengingatkan Bulog, untuk serap gabah atau beras pada saat musim panen, karena saya lihat kinerja Direktur Pengadaan juga kurang bagus, jelek sekali kinerjanya, kalau perlu diganti, ganti pak Buwas (Budi Waseso)," ujar Sudin dalan Raker bersama Kementan dan Perum Bulog, Senin (16/1/2023).

Lebih lanjut Sudin memaparkan data tentang surplus beras jika melihat setidaknya 4 tahun kebelakang. Pada tahun 2019 produktivitas padi surplus 2,38 juta ton, dan melakukan impor sebanyak 444.508 ton, sedangkan pada tahun 2020 produktivitas padi juga surplus, 2,13 juta ton dan melakukan impor 356.286 ton.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement