JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono menegaskan proyek Tol Bawen-Yogyakarta tidak akan mengepras bukit.
"Saya kira tidak ada masalah, pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta jalan terus," katanya, dikutip dari Antara, Minggu (22/1/20223).
Baca Juga: Warga Jadi Miliarder Dapat Ganti Rugi Proyek Tol Bawen-Yogyakarta Rp7,2 Miliar
Adapun Jalan Tol Bawen-Yogyakarta akan dibangun sepanjang 75,82 kilometer yang melintasi dua provinsi, yaitu Provinsi Jawa Tengah sepanjang 67,05 kilometer dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 8,77 kilometer.
"Pembangunan jalan Tol Bawen-Yogyakarta, saya tidak ingin mengepras bukit lagi seperti Tol Semarang-Solo, maka akan dibuat terowongan," katanya.
Baca Juga: Progres Tol Yogyakarta, Kartasura-Klaten Tersambung Solo-Ngawi pada Oktober 2023
Dia mengatakan dengan menggunakan terowongan akan lebih baik, apalagi di kawasan itu merupakan tempat wisata.
"Kita punya hutan kopi hanya tinggal di Banaran itu, kalau itu rusak (dikepras), eman-eman (sayang)," katanya.
Dia menyebutkan dalam pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta, akan dibangun dua terowongan.
Pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta di wilayah Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung secara bertahap tengah dilakukan pembayaran ganti rugi tanah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.