Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buwas Sebut Ada Mafia Beras, Pengusaha: Diproses Saja

Heri Purnomo , Jurnalis-Minggu, 22 Januari 2023 |18:59 WIB
Buwas Sebut Ada Mafia Beras, Pengusaha: Diproses Saja
Harga Beras Tinggi. (Foto :Okezone.com/Bulog)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan tingginya harga beras yang saat ini disebabkan mafia beras yang mempermainkan harga.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, jika memang ada mafia yang memainkan harga beras, segera untuk ditindak. Menurutnya, hal itu dikarenakan akan merugikan masyarakat.

"Kalau memang ada ya saya pikir diproses saja, karena itu merugikan masyarakat," kata Sutarto kepada MNC Portal, Minggu (22/1/2023).

Baca Juga: Banyak Pengusaha Ingin Jadi Supplier Beras Impor, Bulog: Akan Kami Undang

Lebih lanjut, Sutarto mengatakan jika ada dari Perpadi yang ikut terlibat dalam mafia beras. Dia meminta untuk segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Kalau ada anggota Perpadi pun silahkan diproses," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengaku ada mafia beras saat ini yang tengah beraksi. Bahkan, ada mafia yang menginginkan Buwas tak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di BUMN pangan tersebut.

Baca Juga: Bulog: 300 Ribu Ton Beras Impor Tiba Minggu Ini

Dugaan sementara mafia beras melibatkan supplier dan anggota internal Bulog. Buwas mengatakan perkara ini akan diusut oleh pihak berwenang atau penegak hukum.

"Tadi saya bilang, ada mafia, emang iya. Kayak apa mafianya? Nantilah saya ceritakan sama Satgas Pangan, kalau saya buka di sini langsung kabur, langsung hilang. Jadi jangan nanti mengelak-ngelak," ungkap Buwas saat konferensi pers, Jumat (20/1/2022).

Menurut Buwas dugaan mafia beras berdasarkan temuan di lapangan dan dia mengklaim dirinya memiliki bukti berupa rekaman dan dokumentasi. Praktik pelanggaran hukum itu kerap terjadi dalam suplai beras ke gudang Bulog.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement