Share

Harga Anjlok Jadi Rp600/Kg, Petani Kesal Buang Ratusan Tomat ke Jurang

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 320 2751826 harga-anjlok-jadi-rp600-kg-petani-kesal-buang-ratusan-tomat-ke-jurang-1TY930RaJL.jpg Petani. (Foto: MPI)

JAKARTA - Ada sejumlah petani di Pekon (Desa) Hanakau, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat dikabarkan membuang ratusan kilogram buah tomat hasil panen ke jurang.

Dikutip Antara, hal itu terlihat dalam rekaman vidio amatir yang diterima. Di mana ada dua orang petani membuang satu peti tomat ke jurang.

Kemudian terlihat sejumlah peti berisi tomat matang lainnya yang berada di mobil pick up.

"Tomat murah enggak laku, lebih mahal kotaknya daripada buah tomat," ujar salah seorang petani yang ada dalam video tersebut.

Lalu ada salah seorang petani tomat, Pudin, mengatakan, petani merasa kesal sebab saat ini harga tomat anjlok, hanya berkisar di harga Rp600 sampai Rp800 per kilogram.

"Pasarannya lagi sepi, peminatnya kurang, sedangkan yang panen banyak, sekarang harga hanya Rp800, enggak ketutupan sama modalnya," kata Pudin , saat diwawancarai di Sukau, Lampung.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dia juga menyebut harga tomat saat ini sudah jauh turunnya, karena harga standar tomat bulan lalu berkisar harga Rp4000 per kilogram, namun saat ini yang terjadi harga tomat turun hingga harga Rp600 sampai Rp800 rupiah per kg.

Menurutnya, dalam sekali panen petani bisa menghasilkan 400 hingga 500 kotak tergantung luas lahan tanam. Dalam satu kotak tersebut, bisa mencapai 50 kg dan dengan masa tanam selama 80 hari.

Dia mengatakan, bahwa tomat yang telah dipanen akan dijual keluar daerah seperti ke Padang.

"Iya mas tahun-tahun yang lalu kami menjual tomat keluar daerah, namun sekarang dengan harga anjlok ini enggak bisa, enggak kebayaran ongkosnya," katanya.

Akibat harga tomat yang anjlok ini, kata dia, memang setiap tahun terjadi dan untuk mengantisipasi dampak kerugiannya yang lebih besar, para petani juga menanam jenis sayuran lain.

"Karena memang dari dulu juga sering terjadi seperti ini makanya kami menanam sayuran lainnya juga untuk mengantisipasi kerugian yang lebih banyak," ujarnya.

Dia pun berharap agar pemerintah turun langsung menstabilkan harga tomat tersebut.

"Harapan kita tentu agar harga tomat bisa naik lagi, bisa stabil agar para petani juga tidak merasa terbebani dengan harga pasar seperti sekarang ini," pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini