Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Turki Tuntut Ratusan Kontraktor Usai Gedung Hancur akibat Gempa Bumi

Zuhirna Wulan Dilla , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2023 |10:35 WIB
Turki Tuntut Ratusan Kontraktor Usai Gedung Hancur akibat Gempa Bumi
Ilustrasi gempa bumi Turki. (Foto: VOA)
A
A
A

JAKARTA - Turki kini tengah mengejar 134 kontraktor yang diduga memiliki kinerja buruk dan ilegal dalam ambruknya gedung saat gempa pada Senin, 6 Februari 2023 lalu.

Dilansir VOA di Jakarta, Senin (13/2/2023), tercatat dalam peristiwa itu menewaskan lebih dari 33.000 orang dan 92.000 lainnya mengalami luka.

Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag berjanji akan menghukum siapa pun yang bertanggung jawab atas ambruknya ribuan bangunan saat gempa berkekuatan 7,8 tersebut.

 BACA JUGA:Selidiki Bangunan yang Runtuh Akibat Gempa, Turki Tahan 113 Orang

Diketahui, gempa itu menghancurkan sebagian Turki bagian tenggara dan Suriah bagian utara.

Bozdag mengatakan hingga saat ini sudah tiga orang yang ditangkap dan menunggu persidangan, tujuh orang ditahan serta tujuh lainnya dilarang meninggalkan negara itu.

Adapun ribuan petugas penyelamat bekerja keras mengatasi berbagai rintangan untuk mencari segelintir orang yang selamat dan bertahan hidup di bawah puing-puing reruntuhan.

Mereka menggunakan kamera thermal untuk memeriksa tumpukan beton dan logam.

Kemudian tim SAR meminta suanana untuk sunyi agar mereka dapat mendengar suara apapun dari orang-orang yang terperangkap.

Adapun Media lokal TRT melaporkan seorang perempuan hamil diselamatkan hari Minggu, 12 Februari 2023 kemarin setelah lebih dari 157 jam.

Televisi HaberTurk juga menyiarkan operasi penyelamatan seorang anak laki-laki berusia enam tahun dari puing-puing rumahnya di Adiyaman.

Dia langsung diselimuti dan dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit. Seorang anggota tim SAR yang kelelahan melepas masker bedahnya dan menarik nafas dalam-dalam. Ada juga sekelompok perempuan terdengar menangis gembira.

Jaksa telah mulai mengumpulkan sampel bangunan untuk bukti-bukti yang akan digunakan dalam penuntutan. Gempa itu memang kuat tetapi pakar teknik dan para korban menyalahkan buruknya kondisi konstruksi bangunan dan lemahnya penegakan hukum sebagai faktor-faktor yang memperburuk kehancuran yang kini terjadi.

Dua kontraktor yang dilaporkan berupaya meninggalkan Turki menuju Georgia telah ditahan aparat berwenang di bandara Istanbul.

Kedua kontraktor dinilai bertanggung jawab atas dugaan buruknya konstruksi di beberapa gedung yang ambruk di Adiyaman.

Seorang kontraktor yang ditahan bernama Yavuz Karakus, mengatakan kalau sudah membangun sesuai aturan.

“Hati nurani saya bersih. Saya membangun 44 gedung. Empat di antaranya hancur. Saya melakukan semua sesuai aturan,” ujarnya.

Kantor berita pemerintah Anadolu melaporkan dua kontraktor lainnya ditangkap di provinsi Gaziantep. Keduanya diduga telah memotong kolom atau pilar untuk menambah ruang di sebuah gedung yang runtuh.

Kolom atau pilar yang dimaksud dalam konstruksi bangunan adalah elemen struktural yang mentransmisikan bobot struktur di atas ke elemen struktural lain di bawahnya melalui kompresi.

Sehari sebelumnya Kementerian Kehakiman Turki mengumumkan rencana pembentukan biro Investigasi Kejahatan Gempa Bumi.

Biro itu akan mengumpulkan bukti, mengidentifikasi kontraktor-kontraktor dan lainnya yang berada di balik pembangunan gedung-gedung yang ambruk untuk menentukan apakah telah terjadi pelanggaran. Turki memiliki aturan soal konstruksi bangunan, tetapi jarang ditegakkan.

Presiden Badan Arsitek Turki, Eyup Muhcu mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa banyak bangunan yang ambruk itu dibangun dengan metode lebih rendah, tanpa memperhatikan aturan pembangunan atau konstruksi di Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun buka suara soal gempa bumi ini adalah bencana abad.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement