JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat bahwa industri manufaktur di Indonesia masih melanjutkan ekspansi. Bahkan kemajuan industri manufaktur RI lebih baik di tengah kontraksi negara-negara besar seperti AS, Eropa, China dan Jepang.
"Untuk negara-negara ASEAN dan Asia, beberapa negara yang masih bertahan bagus seperti Indonesia dan India, semuanya amsih dalam situasi ekspansif," ungkap Sri Mulayni dalam Konferensi Pers: APBN KITA Februari 2023 secara virtual di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga: Kinerja Industri Manufaktur Topang Ekonomi RI Tumbuh 5,31% di 2022
Sementara itu, industri manufaktur Vietnam dan Malaysia masih berada dalam threshold PMI yang terkontraksi karena indeksnya masih berada di bawah angka 50.
"Jadi kalau kita lihat distribusi negara-negara di mana kegiatan manufakturnya ekspansif dan akseleratif, itu adalah Indonesia, Thailand, dan Filipina," ujar Sri, Rabu (22/2/2023).
Baca Juga: Terungkap! Ini Penyebab Maraknya PHK di Industri Manufaktur
Kemudian ada juga negara-negara yang masih ekspansif namun mengalami tren melambat, antara lain Australia, Rusia, India, dan Afrika Selatan. Ini sebesar 17,4% dari total negara-negara yang disurvei.
"Untuk negara-negara yang mengalami kontraksi tapi juga sudah mulai pulih, itu adalah Italia, Prancis, Turki, Kanada, dan Singapura," ucap Sri.