JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa saat ini dunia sedang berkonsentrasi dalam penanganan isu global akibat perubahan iklim yang salah satu faktor penyebabnya adalah energi.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM Rida Mulyana, sekitar 86% sumber energi yang digunakan di Indonesia berasal dari energi fosil dan hanya 14% bersumber dari energi terbarukan. Bahkan 66% dari 86% energi fosil bersumber dari batu bara.
Baca Juga: Investasi Listrik Energi Terbarukan Terus Mengalir Tanpa Power Wheeling
“Yang merupakan penyumbang terbesar perubahan iklim,” katanya, Sabtu (25/2/2023).
Untuk memerangi masalah tersebut diperlukan kerjasama semua pihak. Mulai dari pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, akademisi hingga masyarakat luas termasuk rekan media.
Baca Juga: RI-Norwegia Bakal Bangun Solar Panel di Tengah Laut
Menyikapi hal tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia Utilitas, Maryono mengatakan sebagai salah satu anak perusahaan (Anper) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pupuk Indonesia (Persero), perseroan yang dipimpinnya pasti akan mendukung penuh upaya yang dilakukan terkait dengan persoalan perubahan iklim, terutama yang terkait dengan energi baru terbarukan (EBT).
Menurutnya, PT Pupuk Indonesia Utilitas selalu didorong sekaligus didukung penuh oleh Pupuk Indonesia (Persero) sebagai perusahaan induk (holding company) untuk menginisiasi berbagai proyek yang mendukung terjadinya transformasi dari energi fosil menjadi energi baru terbarukan.
Maryono menambahkan mulai dari cetak biru (blue print) hingga peta jalan (road map) telah disusun dengan detail. Selain itu kemauan politik (political will) beserta komitmen pemerintah juga sudah jelas terkait dengan kebijakan transisi energi.
“Kami sebagai pelaksana siap mengeksekusi sesuai dengan arahan yang telah diberikan,” ujarnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.