JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki keinginan supaya Subholding PTPN III di sektor kelapa sawit, Palm Co, lebih besar dari perusahaan minyak sawit asal Singapura, Golden Agri Resources (GAR).
Untuk mewujudkannya, Kementerian BUMN segera mengkonsolidasikan tanah BUMN menjadi perkebunan sawit dengan luas mencapai 600.000 hektare (he). Menurut Erick, penguasaan di sektor hulu harus dilakukan untuk menentukan dan menjaga faktor hilirnya.
Baca Juga: Andalkan Kebun Rakyat, Produksi Sawit Ditargetkan 100 Juta Ton
Contohnya, bila mayoritas kepemilikan lahan sawit dimiliki BUMN, maka perseroan bisa mengontrol pasokan dan harga minyak goreng di pasaran.
"Karena itu kita akan mendorong konsolidasi tanah BUMN namanya Palm Co, 600.000 hektare, will the biggest, lebih besar dari Golden Agri," ungkap Erick, Rabu (1/3/2023).
Baca Juga: Ekspor Pertanian RI Tembus Rp640 Triliun pada 2022
Menurutnya, pasar minyak goreng di Indonesia masih dikuasai produsen swasta. Sementara, perseroan negara hanya mampu mengendalikan 3% saja.