Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) Kantongi Laba Rp1,82 Triliun, Tumbuh 2,01% di 2022

Safina Asha Jamna , Jurnalis-Rabu, 29 Maret 2023 |12:07 WIB
Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) Kantongi Laba Rp1,82 Triliun, Tumbuh 2,01% di 2022
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
A
A
A

Direktur dan Sekretaris Perusahaan INTP, Antonius Marcos sempat menjelaskan bawha sebagian besar dana capex akan digunakan untuk pembayaran sewa pabrik semen di Maros.

Kemudian belanja modal juga akan digunakan untuk penambahan fasilitas penerimaan refused derived fuel (RDF) di pabrik Citeureup. Selain itu, dana capex juga akan digunakan untuk penambahan penyimpanan bahan bakar alternatif atau alternative fuel storage, dan pekerjaan untuk pengembangan beberapa fasilitas pabrik.

“Terkait capex tahun ini kami menganggarkan kurang lebih sama dengan tahun lalu yaitu Rp1,2 trilliun,” ujar Antonius.

Dia juga menyebut INTP akan melakukan efisiensi biaya, dan melakukan pengembangan serta peningkatan pemakaian material alternatif dan bahan bakar alternatif.

"Serta terus berupaya untuk merealisasikan program EBT di pabrik pabrik kami,” tambahnya.

INTP juga berencana melakukan ekspansi ke Indonesia Timur dan pasar ekspor seiring adanya kerjasama dengan PT Semen Bosowa Maros, dan terminal semen lainnya. Selain itu, penggilingan Banyuwangi ditargetkan dapat menembus pasar lebih luas seperti ke Jawa Timur dan Bali. Produsen Semen Tiga Roda tersebut akan fokus dalam memperluas strategi keberlanjutan, saluran distribusi, dan proses digital maupun otomasi.

Kini INTP juga akan mencari peluang sinergi untuk meningkatkan pangsa pasar. INTP hanya memasang target pendapatan sebesar 2% seiring adanya potensi resesi global di 2023.

Adapun INTP memasang target pertumbuhan sekitar 4% sampai 5% untuk 2022. Pemangkasan target pertumbuhan karena melihat resesi global akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement